18 Orang Tersangka Kasus Kriminal C3 di Lotim Masih Anak-anak

18 Orang Tersangka Kasus Kriminal C3 di Lotim Masih Anak-anak

Kapolres Lombok Timur, Eka Fathurrahman dalam jumpa pers kepada Wartawan di Mapolres Lotim, Rabu (7/2).

Mataram, NewsMetropol – Operasi Jaran Gatarin yang dilakukan Polres Lotim berhasil mengungkap 32 kasus C3 dari 42 laporan polisi yang terdapat di polsek-polsek di jajaran Kabupaten Lombok Timur.

Dari 32 kasus itu ditetapkan 48 orang tersangka dimana 18 orang tersangka adalah anak-anak di bawah umur sedangkan 30 orang lainnya adalah orang dewasa.

Anak-anak di bawah umur ini tergolong sebagai tersangka kasus kriminal C3 yaitu Curas (pencurian dengan kekerasan), Curat (pencurian dengan pemberatan), dan Curanmor (pencurian motor) yang dilakukan di wilayah hukum Polres Lotim selama 14 hari, yang dimulai dari Selasa (23/1) sampai dengan Senin (5/2) lalu.

Dari 32 kasus kejahatan C3 itu, polisi telah mengumpulkan 118 barang bukti, yang terdiri dari  32 kendaraan bermotor, 21 bilah senjata tajam, 50 buah handphone berbagai jenis dan merek, laptop/notebook 3 buah, televisi, printer, kipas angin dan berbagai barang bukti lainnya.

Kapolres Lombok Timur, Eka Fathurrahman, mengatakan anak-anak yang terlibat dalam kasus kriminal ini nantinya akan direhabilitasi oleh Bapas dan LPA, walaupun dalam konteks hukum pidana, setiap orang yang terlibat kasus kriminal akan diproses hukum tanpa melihat umur atau usia dari pelaku kejahatan.

“Namun ada UU perlindungan anak, dimana untuk anak-anak yang melakukan tindak pidana, ada tindakan-tindakan lain terhadap yang bersangkutan. Jangan sampai saat mereka dilakukan proses penegakan hukum, mereka malah berkumpul dengan orang-orang kriminal, dan anak-anak ini malah menjadi lebih kriminal lagi,” terang Eka Fathurrahman dalam jumpa pers kepada Wartawan di Mapolres Lotim, Rabu (7/2).

Laanjutnya, sebagai bentuk proses pembinaan terhadap anak-anak yang tersangakut kasus kriminal ini, polisi telah berupaya untuk mengundang orang tua dari anak-anak tersebut, mengundang RT untuk diberikan pembinaan pada anak-anak tersebut.

Setiap harinya anak-anak ini juga diarahkan untuk salat lima waktu, diberikan pembinaan, penyuluhan dan kegiatan-kegiatan lainnya oleh Polres Lotim.

“Kejahatan anak-anak ini sering dilakukan oleh orang-orang yang sudah berpengalaman. Dimana mereka memberikan uang muka kepada anak-anak tersebut untuk mencuri barang-barang milik korban. Sehingga mau tidak mau, mereka akan berbuat sesuai yang diinstruksikan,” terangnya.

Sementara itu, R, selaku tersangka kasus kriminal anak-anak di bawah umur mengungkapkan bahwa ia melakukan hal tersebut karena di suruh oleh temannya.

Selanjutnya, dari 32 kasus kejahatan C3 itu, polisi memberikan keleluasaan pada masyarakat untuk bisa memiliki kendaraan atau barang-barang bukti kasus C3 ini apabila merasa bahwa barang tersebut adalah miliknya.

(Amrin)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *