500 Petugas Penarik Sampah di Jakarta Terancam Tempat Tinggal

500 Petugas Penarik Sampah di Jakarta  Terancam Tempat Tinggal

Jakarta, Metropol – Nampaknya permasalahan sampah di DKI Jakarta masih terus menghantui. Apa jadinya DKI Jakarta, jika ditinggalkan kurang lebih 500 petugas penarik sampah? Mungkinkah sampah akan membanjiri Ibu Kota Indonesia ini? Tentu tidak terbayangkan dampaknya.

Hendri, salah satu dari petugas penarik sampah di DKI Jakarta, mengeluhkan nasibnya yang tinggal menghitung hari, lantaran tempat tinggal sekaligus tempat usahanya akan dibongkar oleh Renita M.A Girsang, BA, SH Kurator PT Interkon Kebon Jeruk.

“Nasib wong cilik. Tidak lepas dari pembongkaran,” kata Hendri kepada Metropol saat di lapak sampahnya, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (18/12/2015).

Saat Metropol menelusuri kebenaran para pengumpul ini adalah petugas penarik sampah dilingkungan warga sekitar. Ternyata benar keberadaanya, karena para pengumpul memiliki surat pengantar dari ketua RT yang dinyatakan sebagai petugas penarik sampah. Seperti Edi Sunarya, berdasarkan keterangan copy-an surat pengantar dari RT 04/05 adalah petugas penarik sampah bulanan di lingkungan RT tersebut.

Menurut Hendri. Data yang ada ditempatnya, sekitar 32 orang memiliki surat pengantar dari pengurus RT sesuai wilayah penarikan sampahnya masing-masing. Belum termasuk yang lainnya, karena lahan tersebut dihuni ratusan pengumpul sampah.

“Hampir kurang lebih 500 orang seperti kami ini yang tinggal di lahan PT Interkon. Namun kami bayar setiap bulannya,” ungkap Hendri.

PT Interkon Kebun Jeruk telah dinyatakan pailit berdasarkan putusan Pengadilan Niaga No.03/Pembatalan Perdamaian/2010/PN.Niaga.Jkt.Pst, tanggal 28 Juli 2010 jo. Putusan Kasasi No.771K/Pdt.Sus/2010, tanggal 29 Oktober 2010 jo. Putusan PK No.75K/Pdt.Sus/2011, tanggal 15 Juni 2011. Sehingga saat ini, tugas pengurusan dan pemberesannya dilakukan oleh Kurator yaitu Renita M.A Girsang, BA, SH.

Menurut Hendri, para pengumpul sampah sedang dalam mencari tempat untuk pindah. Namun tidak mudah dalam mencari lahan kosong di Jakarta. Hendri berharap, pihak Kurator bersedia memberikan waktu kembali sampai mendapatkan tempat. Dalam hal ini ada beberapa permasalahan. Selain belum memiliki tempat yang baru, mereka juga tidak bisa meninggalkan tugas penarikan sampah yang sudah bertahun-tahun dijalani, tentu akan berakibat pada penumpukan sampah di lingkungan warga, sehingga imbasnya Jakarta akan penuh sampah.

Hendri menambahkan, area kegiatan penarikan sampah meliputi 3 wilayah, yaitu Jakarta Barat, Selatan dan Pusat. Bahkan beberapa kantor Kementerian dan kantor DPR RI, penarikan sampah ditangani oleh pihaknya.

“Apa jadinya, jika kami tidak melakukan penarikan sampah itu. Paztinya sangat berdampak sekali masalah sampah ini. Siapa nanti yang bertanggung jawab? Apakah PT Interkon?,” kata Hendri sambil bergurau.

(Yuyung)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *