Al-Ittihadiyah Gelar Muktamar ke-19 di Bogor

Al-Ittihadiyah Gelar Muktamar ke-19 di Bogor

Peserta Muktamar Al-Ittihadiyah ke-19, di Puri Avia, Cipanas, Bogor, Jawa Barat.

Bogor, Metropol – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Al-Ittihadiyah menggelar Muktamar ke-19 di Puri Avia, Cipanas, Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut berlansung mulai tanggal 28-29 November 2016 yang di buka secara resmi oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr. KH. Ma’ruf Amin.

Acara Muktamar ke 19 Al-Ittihadiyah tersebut mengangkat tema ‘Menggalang Kebersamaan, Menyatukan Langkah dan Menghilangkan Perbedaaan Untuk Indonesia, Maju dan Modern Dalam Presfektif Rahmatan Lilamin’. Acara ini di isi dengan berbagai kegiatan, antara lain, tablig akbar, istigosah, seminar nasional dan yang terakhir bakti sosial.

Ketua Panitia Muktamar Al-Ittihadiyah ke-19 Dr Ir Lukmanul Hakim M.Si menyatakan, sebagai organisasi yang aktif dan tetap istiqomah dalam menjalankan dakwah di Indonesia yang dalam peranya Al-Ittihadiyah membutuhkan kader yang mampu meneruskan perjuangan dakwah di tanah air. Oleh karena itu, Al Ittihadiyah merasa perlu menyelenggarakan muktamar sebagai bagian dari Amanah organisasi sekaligus menyikapi perkembangan keutamaan saat ini.

“Diharapkan kegiatan ini mampu menghasilkan pemimpin baru yang bisa membawa Al Ittihadiyah sebagai organisasi yang maju, modern, professional dan sekaligus memberikan sumbangsih kepada pemerintah dalam menyongsong kehidupan berbangsa bernegara di dunia internasional,” kata Lukmanul Hakim, yang juga menjabat Ketua MUI dan Direktur LPPOM MUI.

Lukmanul Hakim yang juga Direktur LPPOM MUI ini mengharapkan, agar Muktamar ke 19 berjalan dengan lancar dan menghasilkan keputusan keputusan yang terbaik untuk organisasi. Muktamar Al-Ittihadiyah ke 19 kata Lukmanul Hakim, dihadiri sekitar 600 peserta yang terdiri dari pengurus DPP Al Ittihadiyah, Majelis Suro, Majelis Pertimbangan, Majelis Pakar, Dewan Pimpinan Pusat Muslimat. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Se-indonesia dan DPW Muslimat Se-indonesia.

“Dengan Muktamar ke 19 ini,  semoga menghasilkan keputusan-keputusan yang tepat sebagai arah organisasi lima tahun mendatang, sekaligus memberikan rekomendasi kepada pemerintah dalam rangka meningkatkan kwalitas kehidupan bebangsa dan bernegara,” tuturnya.

Diketahui, Al-Ittihadiyah merupakan organisasi massa Islam yang berdiri sejak tanggal 17 Januari 1935, bertepatan 21 Syawal 1352 H di Medan oleh KH. Ahmad Dahlan. Dari anggaran dasar Al Ittihadiyah telah mengalami perubahan beberapa kali, terakhir secara keseluruhan telah di ubah yang berdasarkan Akta nomor 5 yang pada tanggal 17april 2015 yang telah di buat dihadapan Monayah, SH. Sebagai notaris di wilayah Purwakarta dan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

(Barly)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *