Alwi Hamu : “Kita Harus Bangga Menjadi Orang Bugis”

Alwi Hamu : “Kita Harus Bangga Menjadi Orang Bugis”

Ketua Dewan Pembina PB Kebugis H. M. Alwi Hamu didampingi Ketum PB Kebugis Irjen Pol (Purn) H. M, Said Saile dan shohibul bait Capt. H. Suharyadi Sarbini serta pengurus Kebugis lainnya pada acara buka puasa bersama, di Kompleks Perkantoran Cempaka Putih, Jakarta, Ahad (3/6) malam.

Jakarta, NewsMetropol РKetua Dewan Pembina Pengurus Besar Kerukunan Bugis Sidrap (PB Kebugis) H. M. Alwi Hamu dalam sambutannya menegaskan, Warga Kebugis harus bangga menjadi  bagian dari Suku Bugis.

Pasalnya kata dia, Suku Bugis merupakan salah satu suku besar yang juga telah melahirkan tokoh-tokoh besar yang berpengaruh baik di Indonesia maupun di dunia.

“Saya pernah berbincang dengan warga Filipina dan dia mengatakan bahwa Kota Manila itu dibangun oleh orang Bugis,” ujar Alwi Hamu pada saat peresmian Kantor PB Kebugis di Kompleks Perkantoran Cempaka Putih, Jalan Letjen R. Soeprapto No.160 Jakarta Pusat, Ahad (3/6) malam.

Lanjutnya, bukti konkrit keterlibatan suku Bugis dalam membangun Kota Manila adalah adanya kesamaan beberapa kata dalam bahasa Manila (Tagalog) dengan bahasa Bugis.

Begitu pula di Pattani, Thailand kata dia, konflik panjang yang melibatkan pemerintah dengan warga Patani Thailand Selatan ternyata juga dipelopori oleh keturunan Bugis.

“Saat itu di sana terdapat lima tokoh pemberontakan yang ternyata empat diantaranya adalah orang Bugis,” terang Staf Khusus Wakil Presiden itu.

Bahkan kata dia, di Kota Bangkok, terdapat perkampungan yang warganya memiliki leluhur orang Bugis.

“Jadi sebagai orang Bugis kita harus bangga,” jelasnya.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa salah seorang pahlawan di Afrika Selatan yakni Syekh Yusuf juga merupakan orang Bugis.

Dia menuturkan peran Syekh Yusuf yang gigih membangkitkan semangat perjuangan dalam melawan penjajahan untuk kemerdekaan Afrika Selatan akhirnya mendapatkan bintang kehormatan dari pemerintah Afrika Selatan

“Nelson Mandela mengakui bahwa perjuangan kelompok apartheid yang dipimpinnya memiliki mewarisi semangat juang dari Syekh Yusuf,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Kebugis Irjen Pol (Purn) H.M Said Saile mengatakan bahwa peresmian kantor sekretariat baru PB Kebugis dan pengukuhan komposisi Pengurus PB Kebugis memiliki tanggal yang sama.

Peresmian kantor jatuh pada tanggal 18 Ramadhan 1439 H sedangkan pengukuhan Pengurus tanggal 18 Juni Masehi, semoga menjadi pertanda baik,” ujar Ketum PB Kebugis.

Dia juga mengatakan bahwa dalam perjalanan hidup manusia selamanya menorehkan tiga hal yakni nama, tempat dan waktu.

“Orang akan berusaha punya nama, punya tempat dan punya waktu. Dan Alhamdulillah saat ini organisasi kita Kebugis telah memiliki ketiganya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, pengajar di Lemhanas itu juga menuturkan bahwa sebagai yang memegang teguh tradisi Bugis dan nilai-nilai agama, seyogyanya memasuki rumah baru harus bersalam dan membaca doa yang intinya memohon kepada Allah SWT agar mendapatkan ridhoNYA.

Dia berharap di kantor baru PB Kebugis itu tidak seperti kuburan sehingga sesering mungkin dilantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Said Saile juga mengingatkan bahwa, sebagai organisasi yang telah berusia tiga tahun dan harus berkembang, sudah saatnya Kebugis memiliki unit usaha guna mendukung aktivitas Kebugis kedepan. “Terima kasih kepada shohibul bait Pak Capt. H. Suharyadi Sarbini yang sudah menyiapkan tempat untuk Kantor Sekretariat PB Kebugis,” ujar Sang penerima Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya yang disematkan oleh Presiden Jokowi pada HUT Bhayangkara 1 Juli 2015.

Sedangkan Sekjen PB Kebugis M. Saleh Mude mengatakan, bahwa untuk lebih mengenalkan Organisasi Kebugis di dunia luar, saat ini pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak kedutaan Indonesia di berbagai negara.

“Kita sudah ada tanggapan dari Kedutaan Indonesia di India, Pakistan dan Kamboja yang menunggu kedatangan rombongan Kebugis ke negara-negara tersebut,” ujar Saleh Mude.

Dia juga mengatakan, agenda peresmian Kantor PB Kebugis yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu dimaksudkan untuk memperkokoh, memperkuat ikatan kekeluargaan perantau asal Sidrap.

Turut hadir dalam acara tersebut, Direktur Perguruan Tinggi Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. Arskal Muin Salim, Ph.D, para pengurus Kebugis serta para undangan lainnya.

(Imr)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *