Antar Sumbangan Kubur, Muhamad Digebuki Peternak Kuda

Antar Sumbangan Kubur, Muhamad Digebuki Peternak Kuda

Muhamad, yang diduga dipukul oleh dua orang peternak kuda bernisial H alias R dan HZ.

Lombok Tengah, NewsMetropol – Nasib tragis dialami Muhamad pria asal Dusun Bunsumpak Desa Puyung. Sekujur wajahnya mengalami luka yang cukup serius dan mengeluarkan darah segar.

Muhamad yang dikonfirmasi awak media mengaku, dia dipukuli oleh dua orang peternak kuda bernisial H alias R dan HZ yang kebetulan adalah anak dan bapak.

Dia menceritakan, kronologis kejadiannya berawal ketika dia hendak mengantarkan sumbangan perbaikan TPU dari warga ke rumah salah satu Ketua RT.

Saat dia kembali dari mengantarkan uang sumbangan warga itu, di tengah jalan, RZ yang merupakan anak dari R tiba-tiba memposisikan kudanya menghalangi jalan sehingga Muhamad yang mengendarai motor langsung berhenti.

“Waktu itu saya tegur agar jangan seperti itu caranya, tapi dia malah jawab ‘suka-suka saya sundel’,” cerita Muhamad.

Merasa sebagai orang dewasa yang dielecehkan oleh anak kecil yang baru kelas IX, Muhamad menghampiri RZ dan mencoba menegur dengan cara menutup mulut RZ yang sudah berkata kasar itu agar tidak lagi mengeluarkan kata-kata kasar.

Tapi RZ justru berteriak memanggil ayahnya dengan berkata bahwa dia dipukul oleh Muhamad.

Ayah RZ yaitu H alias R tiba-tiba muncul dari belakang dan menarik baju Muhamad serta memukulnya di bagian wajah.

Sontak, darah mengalir dari mata kanannya, pelipisnya terluka dan tulang hidung Muhamad retak.

“Saya tidak tahu apa dia pakai batu atau pakai tangan, yang jelas waktu itu dia datang dari belakang dan saya menoleh langsung kena pukul,” tutur Muhamad lagi.

Saat itu, terang Muhamad, ada seorang bernama Muhadi warga setempat yang sempat melerai.

Dia yang masih sempoyongan kembali ke rumah RT tempat dia sebelumnya menyerahkan uang sumbangan guna meminta bantuan.

“Saya kembali ke rumah RT itu, dan di sana darah saya dibersihkan dan pelipis saya ditambal pakai dedaunan agar darah tidak terlalu banyak yang keluar,” lanjut dia.

Sementara itu, RT dimaksud saat dikonfirmasi awak media menuturkan, pada saat kejadian, pihaknya langsung menghubungi Kdus dan Badan Keamanan Desa (BKD).

Kemudian diputuskan, agar Muhamad diantarkan terlebih dahulu ke Puskesmas oleh salah satu anggota BKD bernama Muksin.

“Saya ambil keputusan itu karena melihat kondisi Muhamad yang terlihat parah karena banyak mengeluarkan darah,” tutur Tuaq Nan sang Ketua RT.

Oleh anggota BKD bernama Muksin, Muhamad dibawa ke Puskesmas Bonjeruk, tetapi Muhamad meminta langsung dibawa ke Mapolsek Jonggat untuk membuat laporan.

Kasus ini sudah di laporkan ke Polsek Jonggat dengan nomor laporan polisi LP/30/IV/2018/NTB/Res.Loteng/Sek.Jonggat, Tanggal 18 April 2018.

Namun sampai berita ini di muat (8/5), pelaku penganiayaan masih berkeliaran dan belum diamankan pihak Kepolisian.

Kapolsek Jonggak, IPTU Larep yang di konfirmasi lewat pesan WhatsApp tidak bersedia memberikan klarifikasi, pesan WhatsApp hanya dibaca namun tidak ada jawaban.

(Amrin)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *