Aparat Jatanras Polda Metro Bongkar Sindikat Pengoplos Elpiji Isi Air

Aparat Jatanras Polda Metro Bongkar Sindikat Pengoplos Elpiji Isi Air

Jakarta, Metropol – Aparat Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membongkar sindikat pengoplos tabung gas elipiji kemasan tiga kilogram bersubsidi ke tabung 12 Kg nonsubsidi. Sindikat itu mengoplos gas dengan air.

Kepala Subdit Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan mengatakan, sindikat ini mengoplos dari tabung gas kemasan 3 Kg ke tabung 12 Kg. “Untuk memenuhi kekurangan isi pada tabung gas tersebut, pelaku mengoplos gas dengan cara menyuntikan air ke dalamnya,” kata Hendy di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (21/10).

Lanjut Hendy, terbongkarnya sindikat pengoplos gas subsidi tersebut berawal dari keresahan masyarakat tentang beredarnya tabung gas berisi air. Polisi lantas menelusuri informasi itu.

“Tim mendapatkan informasi, bahwa di daerah Serpong dan Tangerang sering terlihat mobil pick up membawa gas tiga kilogram ke arah hutan perbatasan Tangerang Selatan dan Bogor,” kata Hendy.

Tim Unit V Subdit Jatanras mengamankan lima buah mobil pick up berisi tabung gas kosong kemasan 12 kilo di area SPBU Suradita‎, Cisauk, Tangerang, pada Rabu (19/10) lalu, sekitar pukul 15.00 WIB,  “Tim mendapatkan lokasi pengoplosan di dalam hutan karet, Cisauk Rumpin,” ujar dia.

Dalam kasus ini, tambah Hendy,  Polisi mengamankan 10 orang tersangka, yakni, AS (51), M (46), AP (32), BD (40), SF (22), AL (23), MF (23), RCP (46), RS (24) dan GDP (34).

Polisi juga menyita 2.600 tabung gas kemasan 3 Kg, 12 Kg dan 50 Kg. Tersangka berinisial AS merupakan pemilik tempat pengoplosan. “Tersangka AS mengaku memindahkan gas dari tabung bersubsidi ke tabung non-subsidi,” tambah Hendy.

Para tersangka dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf b dan c Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 32 ayat (2) Jo Pasal 30 UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.‎

(Suwondo)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *