Aparat Resmob Polda Metro Ringkus Komplotan Penipu via Telepon

Aparat Resmob Polda Metro Ringkus Komplotan Penipu via Telepon

Kasubdit Resmob AKBP Budi Hermanto saat menggelar jumpa pers dalam kasus penipuan via telepon di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (7/10).

Jakarta, Metropol – Aparat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya berhasil meringkus komplotan penipuan via telepon yang berjumlah lima orang dengan modus santunan. Para pelaku ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu (24/8) lalu.

Kasubdit Resmob AKBP Budi Hermanto menjelaskan, kasus tersebut berawal adanya laporan dari istri almarhum pensiunan bernama Sudarningsih, yang katanya akan mendapatkan santunan dari PT Taspen.

“Korban mendapat telepon dari laki-laki bernama Sigit Haryanto yang mengaku sebagai pegawai dari PT Taspen. Pelaku mengatakan akan mendapatkan santunan dari PT Taspen,” kata Budi saat jumpa pers di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (7/10).

Saat dihubungi, kata Budi, korban diminta untuk menghubungi orang bernama Sigit Haryanto selaku kepala divisi pelayanan Jamsostek. Kemudian korban dijelaskan bahwa korban adalah istri ahli waris almarhum pria bernama Agus Heru Rukiyanto yang merupakan suami korban.

“Pelaku meminta korban memberikan nomor rekening dan meminta korban ke ATM terdekat,” ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, saat korban berada di ATM, korban justru diarahkan dan tanpa sadar melakukan transfer ke orang atas nama Yusuf sebesar kurang lebih Rp 10 juta.

“Korban Sudarningsih mengalami kerugian uang sebesar Rp 10 juta,” ujarnya

Lebih lanjut, Budi mengatakan, dari keterangan pelaku, mereka mencari korban dengan cara acak dari buku telepon yang sudah disediakan lalu mengaku sebagai pegawai PT Taspen dan akan memberikan santunan.

“Dari pengakuan tersangka, mereka sudah melakukan aksinya selama setahun lebih dengan jumlah ratusan korban,” kata Budi.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi, yakni enam kendaraan roda dua, satu televisi, kulkas dari hasil kejahatan, uang tunai Rp 8 juta, 21 kartu ATM, enam buku telepon, 11 HP, tiga buku tabungan, dan dua buah jimat.

Para pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang, dengan ancaman dengan ancama hukuman 15 tahun penjara.

(Suwondo)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *