Beri Bantuan Pasca-Konflik, JDN Sambangi Donggala

Beri Bantuan Pasca-Konflik, JDN Sambangi Donggala

Donggala, Metropol – Setelah sing­gah di Kabupaten Barru dan Kabupaten Polewali Mandar di hari pertama, Tim Jelajah Desa Nusantara (JDN) 2016 dilepas untuk melanjutkan perjalanan ke Donggala, Sulawesi Tengah.

“Sosialiasi akan kami lan­jutkan di Desa Nupa Bomba, mengundang 200 hingga 300 kepala desa, SKPD, Camat, dan Pendamping Desa,” ujar Sekretaris Dirjen Pengem­bangan Daerah Tertentu, Ke­mendes PTT, Aisyah Gamawa­ti, saat pelepasan Tim JDN di kantor Bupati Polewali Mandar, Kamis (27/04) kemarin.

Sementara itu, Wakil Bupati Polewali Mandar HM Natsir Rahman yang juga melepas Tim JDN ke Donggala men­gatakan, pemerintah setempat dan para kepala desa sangat mengapresiasi kedatangan Tim JDN di Kabupaten Pole­wali Mandar sejak Rabu sore.

Natsir menyampaikan pepatah dari tanah Mandar, “Mua’ Lesse’ mo malai, anna maullung allo, damo pittule saliliu mo tu’u. Arti pepatah itu adalah jika anda sudah pergi meninggalkan kami dan langit mendung, tidak usah lagi bertanya, karena itulah tanda kerinduan kami”.

Di Donggala, Sulawesi Ten­gah, selain mensosialisasikan dana desa, Dirjen Daerah Tertentu juga akan menyerah­kan bantuan untuk program penanganan bencana dan pen­anganan daerah pasca-konflik.

“Bentuk konkret bantuan yang kita berikan yaitu berupa pembangunan bronjong atau pelindung tebing sungai senilai Rp 675 juta dan pembangunan pasar tradisional senilai Rp 700 juta,” ungkap Aisyah.

Sementara di tahun 2015 lalu, Kemendes PDTT telah mem­berikan bantuan ke Kabupaten Donggala dengan total nilai lebih dari Rp 13 milyar. Bentuk bantuan tersebut diantaranya berupa pemba­ngunan tambatan perahu, pengadaan kapal 50 penump­ang, pengadaan air bersih, dan pemulihan ekonomi daerah pascakonflik.

Tim JDN akan menempuh jarak sekitar 638 kilometer dan jarak tempuh selama 13 jam. Di Donggala, Tim disambut oleh warga setempat. Sosialisasi akan dilangsung­kan keesokan harinya. Secara administrasi, terdapat 16 ke­camatan dan 158 desa.

Natsir juga mengatakan, dana desa Tahun 2015 di Ka­bupaten Polewali Mandar baru terealisasi sebesar 99,7 persen. Uang yang belum sepenuhnya terserap tersebut, diakibatkan oleh masih adanya desa yang belum melaporkan realisasi dana desa. “Inilah kenapa, realisasi dana desa tahun 2015 masih kurang sekitar 0,2 persen leb­ih,” ujarnya.

Lambatnya pelaporan peng­gunaan dana desa tahun lalu tersebut, secara otomatis ber­pengaruh pada lambatnya penyaluran dana desa tahap I Tahun 2016. Di mana, salah satu syarat pencairan dana desa adalah dengan menyer­ahkan laporan realisasi dana desa yang telah disalurkan sebelumnya.

Tim JDN yang diutus oleh Mendes PDTT, Marwan Jafar, ini akan menjelajahi desa di 3 Pulau yakni Sulawesi, Jawa dan Sumatera ini. Diutusnya tim JDN ini bertujuan untuk meninjau realisasi dana desa sekaligus sosialisasi program dana desa.

(Robby/*)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *