BNN Sita 81,8 Kg Sabu dan 102 Ribu Butir Ekstasi Dalam Ban di Asahan

BNN Sita 81,8 Kg Sabu dan 102 Ribu Butir Ekstasi Dalam Ban di Asahan

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari saat memberikan keterangan pers, terkait pengungkapan 81,8 kg dan ekstasi sebanyak 102.657 butir, yang dugelar di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/7).

Jakarta, NewsMetropol – Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari mengatakan, pihaknya telah mengamankan 8 orang tersangka jaringan sindikat narkoba.

Ke delapan orang itu kata dia terlibat dalam peredaran  narkotika  jenis sabu seberat 81,8 kg dan ekstasi sebanyak 102.657 butir, di  sejumlah TKP yang berbeda di Sumatera Utara, dari tanggal 2 hingga  3 Juli 2019.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi tentang  kapal yang berlabuh di perairan Tanjung Balai, Asahan yang diduga kuat membawa narkoba,” ujar Arman saat memberikan keterangan pers, di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/7).

Lanjutnya, kemudian Tim BNN melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dan memonitor pergerakan sebuah mobil berwarna hitam.

Kata Arman, alhasil pada hari Selasa 2 Juli 2019 sekitar pukul 17.15 WIB di perlintasan rel kereta api daerah Simpang Warung Gaplek – Lintas Air Joman, Kabupaten Asahan-Sumatera Utara, tim BNN menghentikan kendaraan tersebut dan mengamankan AR dan APS.

“Dari para tersangka, BNN menyita sabu yang disembunyikan dalam tiga ban dalam. Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan menangkap F beserta barang bukti sabu  dalam sebuah ban dalam, di daerah Silaut-Laut, Kabupaten Asahan. Pengembangan terus dilakukan dengan menangkap para pelaku lainnya yaitu H dan AM di Kab. Batubara – Sumatera Utara,” ujarnya lagi.

Selanjutnya, pada tanggal 3 Juli 2019 sebut Arman, petugas menangkap N dan ZA di daerah Asahan.

“Tersangka terakhir yang berhasil diamankan adalah T ditangkap di Jl. Pusaka Pasar 13 Gang Riski, Desa Bandar Klipa, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang – Sumatera Utara,” imbuhnya.

Dia menambahkan, para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2), Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

“Dengan pengungkapan kasus ini, lebih dari 500 ribu anak bangsa diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran narkoba,” jelas Pati Polri Berbintang Dua itu.

(Red)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *