BNN Ungkap 60 Miliar TPPU dari Kasus Tindak Pidana Narkotika

BNN Ungkap 60 Miliar TPPU dari Kasus Tindak Pidana Narkotika

Kepala BNN Komjen Pol Drs. Heru Winarko didampingi Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari, saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (25/7).

Jakarta, NewsMetropol – Berangkat dari pengungkapan kasus-kasus tindak pidana narkotika, BNN pun turut melakukan penyitaan terhadap aset para tersangka yang dihasilkan dari bisnis haram tersebut.

Adapun aset-aset yang dibeli oleh para tersangka dari hasil penjualan narkotika yang dilakukan antara lain rumah, apartemen, tanah, kendaraan, perhiasan, dan bahkan untuk mendirikan perusahaan.

“Selain itu para tersangka juga memiliki beberapa rekening bank baik atas nama mereka sendiri, keluarga, maupun orang lain untuk dijadikan sebagai tempat penampungan uang dalam bisnis gelap tersebut,” ujar Kepala BNN Komjen Pol Drs. Heru Winarko saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (25/7).

Lanjut Komjen Heru, dalam pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari kejahatan narkotika kali ini BNN menyita sejumlah aset dengan total sebesar kurang lebih Rp 60.078.957.386,- dari 20 kasus tindak pidana narkotika yang berhasil diungkap BNN sejak bulan Januari sampai dengan Juli 2019.

Komjen Heru merincikan, total yang disita pihaknya tersebut adalah ; 41 bidang tanah dan bangunan senilai Rp 34.784.380.000,-, 1 unit pabrik senilai Rp 3.000.000.000,-, 2 unit mesin potong padi senilai Rp 1.000.000.000,-,  30 unit mobil senilai Rp 6.852.000.000,-, sepeda motor senilai Rp 2.698.000.000,-, 440 batang kayu jati gelondongan senilai Rp 90.000.000,-, perhiasan senilai Rp 617.000.000,- dan uang tunai sebesar Rp 11.036.677.386,-.

“Seluruh aset TPPU dari kasus narkotika tersebut disita dari 22 orang tersangka yang sebagian besar merupakan narapidana yang sedang menjalankan hukuman di Lapas terkait tindak pidana narkotika,” sebutnya.

Selain itu, Komjen Heru juga menyebutkan sebagian lainnya merupakan para pelaku yang baru ditangkap serta pelaku yang sudah beberapa kali melakukan kejahatan tersebut.

“Selanjutnya kedua puluh dua orang tersangka tersebut dijerat dengan Undang-Undang No.8 Tahun 2010 Pasal 3, 4, dan 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dan Undang-Undang No.35 Tahun 2009 Pasal 137 tentang Narkotika,” jelasnya.

(Red)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *