BNNP Sultra Ringkus Dua Pengedar Sabu Antar Wilayah

BNNP Sultra Ringkus Dua Pengedar Sabu Antar Wilayah

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sultra, AKBP Bagus Hari Cahyo saat jumpa wartawan pada pengungkapan kasus pengedar sabu antar wilayah dengan dua tersangka, berinisial YM (29) dan SL (30), di kantornya pada Kamis (15/2).

Kendari, NewsMetropol – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tenggara kembali mengungkap peredaran sabu antar wilayah di Sulawesi Tenggara.

Kali ini dua orang tersangka berhasil diringkus aparat BNNP Sultra dari dua lokasi yang berbeda. Demikian dikatakan Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sultra, AKBP Bagus Hari Cahyo saat jumpa wartawan di kantornya pada Kamis (15/2).

Kedua tersangka tersebut masing-masing berinisial YM (29), warga Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana ditangkap pada Minggu (11/2) di rumahnya di BTN Baco Pance, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana. Sedangkan SL (30), warga Kelurahan Kadia, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara ditangkap di BTN Medibrata, Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari pada Selasa (13/2).

“Dua tersangka ini kami tangkap terpisah, YM kami tangkap terlebih dahulu. Penangkapan terhadap tersangka SL merupakan hasil pengembangan dari penangkapan tersangka YM. Dari hasil interogasi terhadap tersangka YM, dirinya mengaku mendapat pasokan narkotika jenis sabu dari SL. Dari situlah kami bergerak untuk mencari dan menangkap SL,” ungkap Kabid Berantas BNNP Sultra.

Dari tangan tersangka YM aparat mengamankan dua bungkus sabu dengan berat 0,27 gram, 18 bungkus plastik kosong, satu buah alat hisap, uang tunai sebesar Rp 300 ribu, dan sebuah telefon seluler.

Sementara itu, dari tangan SL, aparat menemukan barang bukti berupa 4 bungkus sabu dengan berat 2,05 gram, 3 bungkus plastik kosong uang tunai sebesar Rp 150 ribu, serta dua buah telefon seluler.

“Pasal yang kami gunakan untuk menjerat para tersangka adalah Pasal 114 Ayat 1 subsider Pasal 112 Ayat 1 dan atau Pasal 127 Ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Kabid Berantas.

Untuk diketahui, tersangka SL merupakan residivis kasus yang sama dan pernah mendekam di penjara selama 3 tahun. Namun hukuman yang pernah didapatnya tersebut tak membuat dirinya jera. Dirinya kini harus bersiap-siap menghabiskan sisa umur, meninggalkan anak dan isterinya untuk tinggal di hotel prodeo lebih lama lagi.

(Ronal Fajar)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *