Cerdaskan Umat, Bakomubin Intenskan Diskusi Bersama Cendekiawan

Cerdaskan Umat, Bakomubin Intenskan Diskusi Bersama Cendekiawan

Kegiatan diskusi yang bertemakan “Umat Islam dalam Spektrum Politik,” digelar oleh Bakomubin di Aula Jenderal A. H. Sasution, Masjid Cut Meutiah, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (14/2).

Jakarta, NewsMetropol – Pengurus Pusat Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (PP Bakomubin) menggelar diskusi, bertempat di Aula Jenderal A. H. Sasution, Masjid Cut Meutiah, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (14/2).

Mengusung tema “Umat Islam dalam Spektrum Politik,” diskusi tersebut menghadirkan sejumlah Cendekiawan Muslim dan Tokoh nasional antara lain, Prof.  Dr. Jimly Assidiq, Prof. Dr. Bomer Pasaribu, Prof. Dr. Effendy Gazali, Taufik Ismail dan dipandu langsung oleh Ketua Umum Bakomubin Dr.  Ali Mochtar Ngabalin.

Ketua Umum Bakomubin mengatakan, pelaksanaan kegiatan diskusi ini dimaksudkan dalam rangka mencerdaskan umat muslim dalam menyikapi perkembangan politik.

“Kami ingin memberikan pencerahan kepada umat agar berpartisipasi dalam politik. Partai politik itu kalau tidak diisi oleh orang baik maka akan diisi oleh orang jahat, kami tidak ingin seperti itu,” ujar Ali Mochtar Ngabalin.

Oleh karenanya dia mengingatkan agar dalam menghadapi tahun politik ini jangan sampai ada umat Islam yang tidak menggunakan hak pilihnya.

Sementara itu, Prof. Jimly mengatakan, Umat Islam Indonesia harus memliki kebanggaan karena Indonesia merupakan negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Mantan Ketua MK itu juga menuturkan, bahwa keberhasilan pelaksanaan demokrasi di Indonesia merupakan salah satu barometer bagi penerimaan demokrasi di dunia Islam.

Menyikapi maraknya kabar hoax yang beredar di Medsos, Ketua ICMI ini menghimbau agar umat muslim tidak terpancing sehingga melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Diapun menuturkan pernah dikunjungi oleh Jimmi Carter terkait pelaksanaan Pilpres tahun 2004 lalu yang mengharapkan pelaksanaan pesta demokrasi di Indonesia harus berhasil dengan baik.

“Saat itu saya mengambil patokan Amerika yang mayoritas Kristen bisa melaksanakan demokrasi dengan baik, lalu India negara mayoritas penduduknya Hindu juga berhasil melaksanakan demokrasi dengan baik. Saya juga yakin bahwa Indonesia sebagai negara Muslim terbesar juga akan berhasil melaksanakan demokrasinya,” ujar Prof. Jimly.

Diapun menegaskan dengan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa demokrasi di dunia Islam bukan hal yang tabuh untuk dilaksanakan.

Jimly menambahkan relasi ulama dan umara dalam hubungan bangsa dan negara adalah bagaimana menciptakan ulama itu menjadi umara sebagaimana pada saat Rasulullah SAW ulama adalah juga umara.

Selain itu dia juga menginspirasi umat Islam di Indonesia untuk menjadikan masjid sebagai barometer pergerakan umat.

Sedangkan Bomer Pasaribu menerangkan tentang Implemantasi nilai-nilai islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai Politisi dan sekaligus diplomat, Mantan Menteri itu terinspirasi dengan Implemantasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan Masyarakat di negara Skandinavia.

“Di sana negaranya mayoritas non muslim namun dapat menjalankan nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Sehingga kata dia negara-negara tersebut memiliki tingkat kesejahteraan yang paling tinggi di dunia dan sekaligus menobatkan diri sebagai negara yang paling bahagia di dunia.

Sementara itu, pakar Komunikasi Effendy Gazali mengatakan, bahwa pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat Indonesia saat ini adalah pemimpin yang benar dan adil.

“Sedangkan ulama yang diidamkan adalah ulama yang jujur dan ikhlas,” ujarnya.

Sedangkan menurut Taufik Ismail dalam paparannya mengingatkan, bahwa kondisi bangsa Indonesia saat ini menyerupai kondisi bangsa Indonesia di tahun 1960an.

Oleh karenanya dia berharap agar bangsa Indonesia tidak termakan issue adu domba yang dapat mengakibatkan perpecahan bangsa Indonesia.

Dia juga menegaskan bahwa, kelompok yang gemar menyebarkan fitnah saat ini adalah kelompok yang berideologi komunis.

(M. Daksan)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *