Diduga Tailing Cemari Sungai, Warga Tuntut PT Antam UBPE Pongkor

Diduga Tailing Cemari Sungai, Warga Tuntut PT Antam UBPE Pongkor

Warga saat menunjukan ikan-ikan yang mati saat aksi menuntut PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor, Senin (18/12).

Bogor, Metropol – Ratusan warga Kampung Sidempok, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, menuntut PT Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor agar menutup penampungan limbah B3 (Tailing Dam).

Aksi tersebut dilakukan oleh warga Kampung Sidempok saat melihat kondisi ikan-ikan warga yang mati seketika, Senin (18/12).

Kordinator aksi, Makmur Jawawi mengatakan, warga menduga limbah B3 milik PT Antam yang telah mencemari Sungai Bondongan, melihat kondisi tailing damĀ sudah melebihi daya tampung, sehingga saat musim hujan air limbah tercecer ke sungai danĀ akibatkan banyak ikan mati seketika.

“Sementara air Sungai Bondongan itu dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk MCK dan mengairi kolam-kolam ikannya,” kata Makmur.

Menurut Makmur, atas kondisi tersebut warga menuntut 3 tuntutan kepada PT Antam UBPE Pongkor yaitu;

  1. Warga meminta ganti rugi atas ikan-ikan warga yang mati diduga akibat racun B3 yang berasal dari tailing dam.
  1. Menutup tailing dam, karena sudah melebihi daya tampung limbah, mengingat sangat membahayakan bagi warga Kampung Sidempok.
  1. Masayarakat menuntut untuk dibuatkanya Pos Kesehatan di Kampung Sidempok agar masyarakat bisa lebih mudah mengontrol kesehatannya, mengingat kondisi tersebut.

“Bila PT Antam tidak memenuhi tuntuan warga, maka kami akan melanjutkan persoalan ini ke pihak yang berwajib dan Komnas HAM,” kata anggota BPD Bantar Karet tersebut.

Sementara General Manager PT Antam UBPE Pongkor, I Made Mastana mengatakan kepada Metropol, saat ini pihaknya sedang melakukan langkah cepat berupa pendataan dan investigasi di Sungai Bondongan terkait dengan laporan ikan lemas di kolam warga.

Menurutnya, dari data uji laboratorium diketahui bahwa untuk tingkat kekeruhan, PH dan CN (kadar sianida) termasuk dalam kondisi normal karena masih dibawah baku mutu yang telah ditetapkan oleh peraturan dan ketentuan lingkungan hidup.

PT Antam saat ini juga, kata dia, sedang melakukan investigasi dan monitoring pipa-pipa tailing yang dimiliki.

“Kami lakukan pemeliharaan pipa secara rutin. Kami sedang menyelidiki kemungkinan dugaan curah hujan yang akhir-akhir ini cukup tinggi, yang berpotensi menimbulkan limpasan air proses ini,” jelas Made.

Ditambahkannya, “untuk ikan yang mati, PT Antam akan melakukan analisa laboratorium independen terhadap air dan jaringan tubuh ikan dari kolam warga tersebut, karena PT Antam senantiasa melakukan praktik operasioal yang baik,” katanya.

(Rahman)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *