Digitalisasi Pacu Peningkatan Efisiensi Biaya Logistik

Digitalisasi Pacu Peningkatan Efisiensi Biaya Logistik

Diskusi Media bersama Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) di Hotel Swiss-Bel Inn Jakarta, Selasa (5/3).

Jakarta, NewsMetropol – Modernisasi pelabuhan berbasis teknologi informasi guna mendukung logistik nasional atau Digitalisasi Logistik yang ditargetkan pada tahun 2020, menjadi salah satu arah kebijakan Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Hal itu dikatakan Dirjen Perhubungan Laut Agus H Purnomo yang disampaikan Kepala Sub Direktorat Sistem Informasi dan Sarana Prasarana Angkutan Laut, Sukirno Dwi Susilo saat membuka kegiatan Diskusi Media bersama Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami) di Hotel Swiss-Bel Inn Jakarta, Selasa (5/3).

Turut hadir sebagai narasumber antara lain Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto, Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi, Ketua Umum DPP ISAA Juswandi Kristanto, Ketua Umum DPP APTRINDO Gemilang Tarigan, dan Kepala OP Utama Tanjung Priok Capt Hermanta.

Sukirno menjelaskan bahwa berdasarkan Logistics Performance Index (LPI) tahun 2018, indeks kinerja logistik Indonesia menempati peringkat ke-46 atau naik dari peringkat sebelumnya tahun 2017 yakni posisi ke-63.

“Dalam rangka mencapai indeks kinerja yang baik, Pemerintah terus bekerja keras mewujudkan efektifitas sistem logistik, dan transparan. Efisien melalui berbagai upaya, mulai dari penataan birokrasi, peningkatan kapasitas SDM serta pemanfaatan Teknologi Informasi terintegrasi,” ujarnya.

Salah satu bentuk nyata dari digitalisasi pelabuhan, adalah melalui sistem Inaportnet versi 2.0 dan Delivery Order Online. Termasuk upaya mengembangkan sistem Inaportnet di 16 pelabuhan, dimana sistem tersebut bakal diterapkan secara bertahap.

“Pada tahun 2019, kami tengah mempersiapkan penerapan Inaportnet di 16 pelabuhan lain, terdiri dari dua pelabuhan kelas I, sebelas pelabuhan kelas II, dua pelabuhan kelas III dan satu pelabuhan kelas IV,” paparnya.

Pemerintah berharap penerapan sistem Inaportnet dapat menurunkan biaya logistik di pelabuhan, meningkatkan kelancaran arus barang, meningkatkan transparansi pelayanan, mempercepat waktu pelayanan sehingga pelayanan lebih murah dan mudah.

“Ditjen Hubla juga tengah melakukan sinergi pertukaran informasi dengan Kementerian atau Lembaga terkait dengan mengintegrasikan semua sistem berbasis IT yang dimiliki masing-masing sektor ke dalam satu aplikasi terintegrasi,” imbuhnya.

Sukirno menegaskan, Pemerintah berkomitmen untuk selalu mendukung tumbuh kembang industri logistik nasional, memberikan kemudahan kepada pelaku usaha serta melakukan perbaikan sistem layanan dan kinerja di pelabuhan berbasis IT.

“Kami yakin digitalisasi bisa mendorong percepatan layanan yang akan berdampak pada peningkatan produktivitas di pelabuhan, bongkar muat kapal, maupun transparansi bagi para pemilik barang,” pungkasnya.

(Aji)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *