Dojang SYBAS Korem 143/HO Gelar Ujian Naik Tingkat Sabuk Hitam

Dojang SYBAS Korem 143/HO Gelar Ujian Naik Tingkat Sabuk Hitam

Dojang SYBAS (Sekolah Yongmoodo Bumi Anoa Sultra).

Kendari, NewsMetropol – Seni beladiri Yong Moo Do resmi menjadi olah raga wajib di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sejak 2008.

Sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012.

Kegiatan ini sebagai bentuk komiten TNI-AD untuk senantiasa menumbuh kembangkan sifat maupun watak patriotisme bagi seluruh warga Indonesia tidak terkecuali di wilayah Sultra.

Hal tersebut juga dimaksudkan untuk menanamkan dan membentuk Jiwa Bela Negara.

Di Korem 143/Halu Oleo, Dojang “SYBAS” (Sekolah Yongmoodo Bumi Anoa Sultra) dibuka untuk masyarakat umum mulai tingkat SD sampai dengan Perguruan tinggi.

Dojang tersebut dibuka ketika pejabat Danrem 143/HO Kolonel Inf Imannuel Ginting, pada tanggal 11 Juli 2016, dan diresmikan oleh Kasad Jenderal TNI Mulyono pada tanggal  27 April 2017.

Selama dua tahun Dojang SYBAS mendidik ratusan putra-putri di wilayah Kota kendari.

Bahkan sebanyak 18 orang siswa-siswi yang terdiri 14 orang merupakan siswa-siswi Dojang SYBAS dan empat orang berasal dari Dojang Yonif 725/Woroagi, telah mengikuti ujian kenaikan tingkat sabuk hitam di Gedung Manunggal Jenderal Sudirman, Korem 143/HO, Selasa.

Uji kenaikan Sabuk Hitam tersebut di Uji langsung tim dari Dinas Jasmani Militer Angkatan (Disjasad) dengan ketua Tim Kolonel Inf. Imanudin dan Serka Andika bersama dengan Instruktur/pelatih dari kedua Dojang tersebut.

Serka Andika Bintara dari Disjasad mengatakan, uji kenaikan tingkat sabuk hitam ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia untuk non militer.

“Kehadiran dojang SYBS nantinya dapat menciptakan atlit-atlit berprestasi dibidang beladiri Yongmoodo dan nanti dapat menjadi duta bagi Sulawesi Tenggara dalam kejuaraan Yongmoodo baik tingkat Nasional maupun Internasionl,” kata Serka Andika.

Sementara itu Serka Herfain menambahkan, dari 18 siswa yang mengikuti ujian tersebut berhasil dan berhak memakai dan menggunakan Sabuk Hitam.

“Teruslah berlatih dan mengembangkan kemampuan beladiri Yongmoodo dengan terus berlatih dan berlatih,” pungkas Bintara Jasmani Korem tersebut.

(Salim Budi Agung/Penrem143)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *