DPC Gerindra Batubara Tolak Berkoalisi Dengan PDIP di Pilbup 2018

DPC Gerindra Batubara Tolak Berkoalisi Dengan PDIP di Pilbup 2018

Ketua DPC Gerindra Kabuaten Batubara, Muhammad Rafiq Khan.

Batubara, NewsMetropol – Ketua DPC Gerindra Batubara, Muhammad Rafiq Khan menegaskan, pihaknya menolak berkoalisi dengan PDIP pada ajang Pilbup Kabupaten Batubara tahun 2018 ini.

Dia juga secara pribadi menyatakan, kekesalannya terhadap munculnya wacana yang mengetengahkan koalisi dengan PDIP pada Pilbup di Kabupaten Batubara Provinsi Sumatera Utara pada pertengahan tahun ini.

“Kabar selentingan ini muncul ketika salah satu paslon yang didukung Gerindra berasal dari PDIP dan katanya mereka sudah mendapat rekomendasi dari DPP, akan tetapi tidak ditandatangani oleh Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai dan ini seperti kelaziman yang terjadi bahwa setiap Rekomendasi Cagub atau Cabup dari partai selalu ditandatangani oleh Ketua Umum partai dan sampai hari ini kami DPC Gerindra Batubara belum menerima rekomendasi resmi dari DPP tentang pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati,” tegas Rafiq kepada reporter melalui teleponnya Selasa malam di Kantor DPC Gerindra Batubara,(2/1).

Kata dia, koalisi yang selama ini terbangun oleh DPP Partai Gerindra di tingkat nasional hendaknya ditindak lanjuti dengan koalisi serupa baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten.

“Masyarakat Kabupaten Batubara yang terkenal religius sebenarnya juga enggan partainya berkoalisi dengan PDIP dan koalisi dengan partai selain PDIP kan sudah dilakukan di tingkat nasional, propinsi lalu kenapa kok tidak dilakukan hingga ke tingkat kabupaten,” tutur Rafiq penuh tanya.

Selanjutnya Rafiq mengatakan, syarat minimal untuk bisa menjadi Calon Bupati di Kabupaten Batubara minimal harus didukung oleh 7 kursi DPRD.

Oleh karenanya kata dia, Partai Gerindra di DPRD Kabupaten Batubara yang hanya memiliki 4 kursi membutuhkan koalisi dengan partai lain sehingga dapat mengajukan calon kepala daerah.

“Sementara kami punya 4 kursi atau 1 fraksi, PAN 3 kursi, PKS 2 kursi dan kami secara intens juga selalu mengadakan pertemuan dengan mereka dan merekomendasikan sampai ke tingkat propinsi dan pusat, hanya rekomendasi balik dari pusat sampai hari ini belum turun, sebenarnya itu sudah cukup untuk kami mengajukan pasangan calon,” terangnya.

Menyikapi aspirasi masayarakat yang berkembang, Ketua DPC Gerindra Batubara, tidak menampik adanya kekecewaan masyarakat yang telah melakukan aksi damai di depan Kantor DPC Gerindra Batubara, pada Selasa sore (2/1).

“Kami akan siap memasang badan bila hal ini terjadi dan ini merupakan langkah utama dalam usaha untuk memenangkan Pemilu 2019 dan sekaligus membawa Ketua Umum Partai Prabowo Subianto sebagai Presiden,” tekadnya.

Rafiq juga mengungkapkan siapapun nanti yang akan diamanatkan DPP, pihaknyaselaku kader partai akan selalu siapĀ  memperjuangkan Paslon untuk memenangkannya.

Sementara Peneliti dari Indonesia Public Institute (IPI) Dr. Jerry Massie kepada media ini mengatakan, langkah Partai PDIP yang ingin membangun koalisi dengan Partai Gerindra di Pilkada Batubara adalah hal yang hampir mustahil terjadi.

“Barangkali kurang pantas PDIP berkoalisi dengan Gerindra di Pilkada Batubara karena Gerindra sudah membentuk sebuah poros di sejumlah daerah, akan lebih exited atau menarik jika duel politik tersaji di Batubara. Akan ada batu sandungan dan ganjalan jika keduanya disatukan,” jelas Jerry.

(Fri)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *