DPMD Kabupaten Bogor Monitoring Pembangunan Jembatan Sindang Wangi

DPMD Kabupaten Bogor Monitoring Pembangunan Jembatan Sindang Wangi

Kepala DPMD, Heti Yuniawati bersama jajarannya saat monitoring jembatan di Keecamatan Leuwisadeng.

Bogor, Metropol – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dan Pemerintah Kecamatan Leuwisadeng, melaksanakan monitoring  pembangunan kedua jembatan yang berlokasi di Kampung Sindang Wangi, Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Selasa (7/11).

Bangunan kedua jembatan tersebut adalah salah satu bagian dari 25 penciri kabupaten termaju agar tidak ada lagi desa di kabupaten bogor yang terisolir.

Seperti dikatakan Kepala DPMD Kabupaten Lebak, Heti Yuniawati dalam kunjungan monitoringnya sebagai evaluasi daerah terisolir sesuai SK Bupati Bogor, bahwa kedua pembangunan jembatan tersebut menjadi skala prioritas, guna menuntaskan daerah pedesaan tertinggal maupun warga yang masih terisolir.

Heti menjelaskan, dari 40 kecamatan yang sudah terdata ada 12 kecamatan dengan jumlah 16 desa yang termasuk katagori daerah terisolir, sementara di tahun 2017 anggaran yang sudah terserap sebanyak Rp.3.820.000.000,-.

“Sesuai janji Bupati, mudah-mudahan di tahun 2018 sudah tidak ada lagi daerah pedesaan yang terisolir,” pungkas Heti.

Hal ini juga diutarakan, Camat Leuwisadeng Pepep Hamdi, bahwa pembangunan kedua jembatan merupakan kelanjutan dari program pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi prioritas dalam pembangunan di Kabupaten.

Pepep mengatakan, kedua jembatan yang kini dibangunkan adalah daerah perkampungan yang terisolasi dengan keberadaan sungai yang sulit untuk dilalui.

“Awalnya daerah yang dibangun adalah perkampungan yang terisolir dengan keberadaan aliran sungai,” ujarnya.

Pepep berharap, dengan adanya jembatan sebagai akses penghubung antar wilayah. Selain memudahkan masyarakat di setiap daerah terisolir agar dapat berinteraksi dengan warga lainnya, sehingga dapat membantu percepatan peningkatan roda perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

“Perjalanan panjang selama 20 tahun warga Sidamulya diwilayah RT. 01 RW. 10 sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) yang nasibnya terisolir selama ini akan segera berakhir dan bernapas lega, karena kedua jembatan yang tengah dibangun itu, tidak lama lagi akan segera rampung,” katanya.

Kepala Desa Sadeng Kolot, Sahri mengatakan, anggaran yang digunakan dalam membuat kedua jembatan dialokasikan dari dana Bantuan provinsi Jawa Barat, yang memakan biaya hingga Rp.630.000.000,- dengan pengerjaan yang akan segera selesai.

“Mudah-mudahan tidak ada halangan, dalam waktu satu minggu lagi akan segera rampung,” katanya.

Sementara itu, Ridwan Alawi (31) warga setempat mengatakan, setelah dibanggunnya kedua jembatan antar desa dan kecamatan, dirinya dan warga lainnya mengaku senang dan merasa merdeka.

“Alhamdulillah, kami bisa bernapas lega,  terimakasih kepada Pemerintah Desa maupun Pemkab Bogor dan Provinsi Jawa Barat, sehingga bangunan jembatan yang menjadi harapan warga sudah terealisasi,” ungkapnya.

(Rhm)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *