Gerakan Infaq dan Shadaqah di Mina

Gerakan Infaq dan Shadaqah di Mina

Prof. Dr. KH. Faried Wadjedy, Lc, MA, Pembinbing Jamaah Haji PT Dua Ribu Wisata. (Foto: MS/MP Kontributor Informasi Haji Indonesia 2017).

Mina, Arab Saudi, Metropol – Jemaah Haji dari berbagai negara sudah mulai beranjak dari kota Mina menuju Mekkah setelah menyempurnakan hari-hari Tasyrik di Mina, Ahad (3/9).

Mereka telah mengambil nafar awwal (dua hari), ada juga nafar tsani (tiga hari) di Jumratul, pelontaran di tiga tempat: al ula, al wutsqa dan al akbar.

Jemaah Indonesia yang ikut di manajemen travel PT Dua Ribu Wisata mengadakan Tausiyah Lanjutan “Gerakan Infaq dan Shadaqah” sembari menunggu hari Tasyrik ke tiga.

Prof. Dr. KH. Faried Wadjedy, Lc, MA. dalam uraian tausiyahnya memulainya dengan mengutip Surat Ali Imran ayat 185 tentang keberlanjutan amal kebaikan seseorang.

“Ketika seorang hamba telah wafat, maka seketika itu pula umurnya terputus. Tapi rekening amalnya masih terbuka terutama pada: amal rintisan, misal buah misi dakwah yang telah dirintis atau wakap tanah untuk pelebaran jalanan dan; amal jariah, orang yang punya anak soleh yang selalu aktif mendoakan kedua orang tuanya; dan doa dari sesama muslim,” ujar Kiayi yang akrab disapa Guruta ini.

Lebih lanjut pak Kiyai membagi tiga golongan manusia di akhirat dilihat dari amalnya: Pertama, orang yang bahagia karena menikmati balasan amalnya di dunia dan akhirat. Kedua, orang yang bahagia di dunia saja tapi sengsara di akhirat. Ketiga orang yang sengsara di dunia tapi bahagia di akhirat dan golongan terakhir, orang yang sengsara di dunia dan akhirat.

Tausiyah diakhiri dengan gerakan infaq dan shadaqah dimana jemaah diberi kesempatan untuk menyumbang di kotak amal. Isinya akan diteruskan ke pembangunan di pondok pesantren Pembimbing Haji PT Dua Ribu Wisata.

Total uang shadaqah yang terkumupul adalah lebih dariĀ  Rp 41.000.000,-.

(Muhammad Saleh)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *