Hari ke 11 Operasi Patuh Anoa 2019, Ditlantas Polda Sultra Tilang 72 Kendaraan Bermotor

Hari ke 11 Operasi Patuh Anoa 2019, Ditlantas Polda Sultra Tilang 72 Kendaraan Bermotor

Ditlantas Polda Sultra saat menggelar Operasi Patuh Anoa 2019 di Jalan Sao-Sao Kota Kendari, Senin (9/9).

Kendari, NewsMetropol – Hari ke 11, Ditlantas Polda Sultra menggelar Operasi Patuh Anoa 2019 di Jalan Sao-Sao Kota Kendari, Senin (9/9).

Pada kesempatan tersebut Satuan Lalulintas Polda Sultra berhasil menjaring 72 unit kendaraan bermotor.

Dalam Operasi yang dipimpin oleh Kasubdit Kamsel (Kasat Gas Preentif) Polda Sultra AKBP Jarwadi tersebut, Direktorat Lalulintas Polda Sultra melibatkan sekira 60 personel dan juga didampingi anggota Propam.

Di hadapan awak media, Jarwadi menjelaskan bahwa sejak hari pertama Operasi patuh dimulai hingga hari ini tanggal 9 September 2019 anggota Satlantas Polda Sultra berhasil melakukan penindakan 623 kartu tilang.

Dia mengungkapkan dari 623 pelanggar kebanyakan pelanggar adalah pengendara dibawah umur yang tidak memiliki SIM (Surat Ijin Mengemudi), melawan arus dan tidak menggunakan helem standar.

Lanjutnya, sesuai instruksi Kapolri, kali ini pihaknya menyebut 8 sasaran Operasi Patuh dimana 3 poin yang paling prioritas adalah pengendara dibawah umur, melawan arus dan tidak menggunakan helem standar (SNI).

“Puluhan kendaraan bermotor yang terjaring dalam Operasi Patuh Anoa tidak memiliki kelengkapan surat surat. Kendaraanya diamankan di Kantor Ditlantas Polda Sultra guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut, apakah ada indikasi motor bodong atau bukan,” jelasnya.

Jarwadi berharap kepada pengguna kendaraan bermotor dengan adanya Operasi Patuh ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat  dan kepatuhan terhadap aturan Undang-Undang  Lalulintas Nomor 22 tahun 1999 demi keselamatan dan tertib berlalu lintas di jalan.

Dia juga menjelaskan selama dalam pelaksanaan Operasi Patuh Anoa sejak  hari pertama tanggal 29 Agustus sampai pada hari ini tanggal 9 September kegiatan berjalan aman tertib tanpa masalah, mereka sudah memahami karena dalam operasi patuh ini penindakan hukumnya 60 persen, sedangkan penindakan prefentif 40 persen.

(Bahrun)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *