IKT Tbk Melantai di Bursa Efek Indonesia

IKT Tbk Melantai di Bursa Efek Indonesia

Direktur Utama IPCC, Chiefy Adi Kusmargono, dalam keterangan persnya di sela acara pencatatan saham IPCC di Gerung BEI, Jakarta, Senin (9/7).

Jakarta, NewsMetropol – Merupakan babak baru bagi PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, (IPC Car Terminal/IPCC) yang secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/7).

IPCC merupakan perusahaan bidang bongkar muat kendaraan dari dan ke kapal pertama di Indonesia yang melantai di bursa dan sebagai perusahaan tercatat ke-25 pada tahun 2018.

Direktur Utama IPCC, Chiefy Adi Kusmargono, mengemukakan bahwa PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tbk (IPCC) secara resmi telah menetapkan harga Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) sebesar Rp. 1.640,- per lembar saham.

“Dimana jumlah saham yang ditawarkan mencapai 509.147.700 lembar saham dengan free float 28% dari jumlah saham,” ujar Chiefy dalam siaran persnya di sela acara pencatatan saham IPCC di Gerung BEI, Senin (9/7).

Kata dia, dengan nilai kapitalisasi saham sebesar Rp. 2,98 triliun, IPCC akan menerima dana proceeds sebesar Rp. 835 miliar.

Labjutnya, dana dari proceeds ini akan digunakan sebesar 50% untuk belanja modal dalam rangka pengembangan usaha yang meliputi pengembangan terminal, perluasan lahan, mewujudkan IPCC Incorporated, penambahan kapasitas dan fasilitas serta peralatan pendukung.

“Sebesar 25% untuk perpanjangan kontrak sewa lahan jangka panjang. Sisanya 25% untuk modal kerja Perseroan guna mendukung kegiatan operasional,” ujarnya lagi.

Lebih lanjut kata dia, untuk lebih memberikan kepercayaan kepada investor, IPCC yang juga dikenal sebagai IPC Car Terminal menunjuk dua penjamin pelaksana emisi efek (Joint Lead Underwriters/JLU), yaitu PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas, serta mempercayakan kepada PT RHB Sekuritas Indonesia untuk bertindak sebagai agen penjual internasional (international selling agent).

Untuk diketahui jelas dia, PT. Indonesia Kendaraan Terminal.Tbk atau IPCC menandai Penawaran Publik Perdana ini sebagai tonggak terpenting IPCC dari sejarah yang pada awalnya beroperasi sebagai sebuah unit (Strategic Business Units/SBU) dari Induk Perusahaan IPC untuk terus menyediakan pelayanan operasi pelabuhan terbaik dan layanan yang lebih profesional bagi semua pemangku kepentingan mulai tahun 2007, selanjutnya menjadi anak perusahaan IPC sejak 1 Desember 2012.

“Langkah ini sebagai tangga IPCC untuk mewujudkan stand alone company yang menjadi inspirasi, benchmarked/best practices company ditingkat nasional, regional dan internasional,” imbuhnya.

Menurut Chiefy, ketika IPCC berubah menjadi perusahaan publik, ini akan memungkinkan untuk melakukan hal yang lebih besar untuk pencapaian lebih tinggi sesuai GCG dari apa yang telah dilakukan selama ini.

“IPCC memiliki profil keuangan yang sehat dan tim Manajemen profesional yang menjamin optimisme untuk terus memperluas jaringan dan menciptakan lebih banyak potensi dalam membangun kolaborasi kelas dunia dengan menjaring pasar domestic dan internasional,” terangnya.

Menyadari IPCC memiliki pasar yang akan berkembang pesat tambah dia, pihaknya berkomitmen menjaga basis klien tetap solid, penguasaan lahan yang terjamin dan ekspansi yang terencana dengan baik, serta meningkatkan kompetensi, Tim manajemen yang focus pada pelayanan pelanggan, berintegritas, serta bangga terhadap perusahaan dan budayanya.

“Ini perlu dijaga mengingat Indonesia adalah negara dengan penjualan mobil terbesar ke-17 di dunia dan nomor satu di Asean. Secara produksi, Indonesia terbesar ke-18 di dunia dan nomor dua di Asean. Adapun pertumbuhan produksi mobil di Indonesia dengan CAGR mencapai 11,4% selama 10 tahun periode 2007-2017,” pungkasnya.

(Risyaji)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *