Insan Jurnalis Kendari Bantu Mahasiswa Korban Kebakaran

Insan Jurnalis Kendari Bantu Mahasiswa Korban Kebakaran

Tim DPD JOIN Kendari bersama komunitas J3, dilokasi pengungsi korban kebakaran, Minggu sore (4/2).

Kendari, NewsMetropol – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Organisasi Jurnalis Online Indonesia (JOIN) Kendari, bersama komunitas Jurnalis Jalan-Jalan (J3) Sultra memberikan bantuan logistik kepada puluhan mahasiswa UHO yang menjadi korban kebakaran pada Sabtu (3/2) dini hari kemarin.

Bantuan tersebut diberikan langsung kepada para korban yang saat ini ditampung di tenda darurat yang berada di Jalan Beringin, Depan Kampus Baru Universitas Haluoleo (UHO) Kendari. Bantuan tersebut diberikan langsung oleh tim DPD JOIN Kendari bersama komunitas J3 kepada Aco, salah seorang perwakilan pengungsi pada Minggu sore (4/2).

“Kami sangat bersyukur, karena saat-saat genting seperti ini, bantuan logistik dan pakaianlah yang sangat kami butuhkan, terimakasih untuk tim jurnalis yang sudah menyambangi kami hari ini,” ucap Aco.

Sementara itu, perwakilan dari Organisasi dan Komunitas tersebut, Mirkas mengatakan penyaluran bantuan ini diinisiasi oleh rekan-rekan jurnalis yang merasa peduli dan berinisiatif untuk bergerak cepat ke lokasi pengungsian.

“Pasca musibah, kami secara swadaya bergerak cepat untuk mengumpulkan sebagian dari harta kami bagi. Bentuk kepedulian kami adalah kami berinisiatif untuk terjun langsung ke lokasi musibah. Bantuan yang jauh dari sempurna ini semoga bisa membawa manfaat bagi saudara-saudara kita,” ungkapnya.

Dari pantauan awak media ini, kondisi para korban sehari pasca musibah kebakaran sangatlah memprihatinkan. Tak ada satupun harta benda yang tersisa.

Total terdapat 44 penghuni dari 14 blok rumah kos-kosan yang menjadi korban. Mereka harus rela kehilangan beberapa dokumen penting, termasuk KTP, Ijazah, komputer jinjing, serta harta benda lainnya.

Kerugian materil yang harus ditanggung oleh 42 mahasiswa dan 3 penghuni lintas profesi ini berkisar 7 hingga 8 juta rupiah untuk setiap blok hunian.

“Setelah musibah ini, kami harus mengurus berkas-berkas yang ludes dilalap api. Perjuangan kami sekolah bertahun-tahun lenyap dalam sekejap. Ini yang harus kami pertanggungjawabkan, tidak hanya kepada keluarga, tapi juga guru-guru kami yang sudah mendidik kami selama ini,” urai Aco.

Hingga saat ini, para korban masih membutuhkan banyak bantuan logistik dan pakaian, termasuk selimut, pakaian, alat sholat, perkakas dapur darurat, serta air bersih.

(Ronal Fajar)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *