IPC Dukung Pengembangan Eksport Nasional

IPC Dukung Pengembangan Eksport Nasional

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II, Saptono R. Irianto saat memberikan sambutan pada acara Forum Ekspor 500, yang dilaksanakan di Kompleks PT Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/5).

Jakarta, NewsMetropol – PT Pelindo II (Persero)/IPC terus mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi dan melakukan modernisasi infrastruktur dan suprastruktur pelabuhan, sebagai upaya menekan biaya logistik di tanah air.

Selain untuk meningkatkan kinerja pelayanan dan operasional perusahaan, upaya ini juga bentuk komitmen IPC mendukung pengembangan ekspor nasional.

Hal ini disampaikan Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo II, Saptono R. Irianto, di acara Forum Ekspor 500, yang diadakan di Kompleks PT Pelindo II di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/5).

Forum Ekspor 500 merupakan wadah silaturahmi antarpelaku utama dan pihak-pihak yang berkaitan dengan pengembangan ekspor nasional, yang difasilitasi oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

“Terkait optimalisasi penggunaan teknologi informasi, kami telah menerapkan berbagai aplikasi seperti Vessel Traffic System (VTS), Marine Operating System (MOS), Peti Kemas & Non Peti Kemas Terminal Operation System. Seluruh pelabuhan yang dikelola IPC menerapkan aplikasi Auto Tally, Auto Gate serta E-service,” kata Saptono.

Saptono menjelaskan, ada 4 langkah strategis lainnya yang diimplementasikan IPC untuk mewujudkan pelabuhan yang efisien.

Keempat hal tersebut antara lain peningkatan pelayanan, pembangunan proyek strategis, penerapan sistem informasi layanan tunggal secara elektronik berbasis internet (inaportnet), dan sistem pelayanan berbasis elektronik seperti e-registration, e-booking, e-tracking & tracing, e-payment, e-billing dan e-care. Menurutnya, digitalisasi pelabuhan telah meningkatkan kinerja operasional dan pelayanan.

Pada Tahun 2017, misalnya, keseluruhan arus barang mencapai 57 juta ton lebih, atau melampaui target sebesar 5,56 persen.

Arus peti kemas mengalami kenaikan 0,8 persen dari target yang sebesar 5.144.240 box.

“Dari sisi dwelling time, kami berhasil menurunkannya menjadi di bawah 3 hari. Upaya untuk menekan dwelling time ini dilakukan dengan penerapan Integrated Container Freight Station (CFS) di Pelabuhan Tanjung Priok,” jelas Saptono.

Saat ini, lanjut Saptono, IPC juga telah mampu memfasilitasi persinggahan kapal kontainer berkapasitas besar.

Sejak tahun 2017, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta melayani kapal container berkapasitas 10 ribu TEUs, yang melayani rute direct call. Kapal kontainer ukuran besar ini berlayar rutin setiap minggu dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Los Angeles dan Oakland, Amerika Serikat.

“Penggunaan kapal kontainer berkapasitas besar berdampak terhadap penurunan biaya pengiriman kontainer yang akan ditanggung eksportir maupun importir, sehingga ikut menekan biaya logistik nasional,” pungkasnya.

(Risyaji)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *