IPC Jambi Terus Mencari Market Baru

IPC Jambi Terus Mencari Market Baru

GM IPC Jambi, Cheppy Rymetaatmadja, S.Kom., MM.

Jambi, Metropol – Indonesia Port Corporation (IPC) atau PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Persero cabang Jambi hingga kini terus mencari market baru, karena kapasitas terpakai  saat ini baru 2000 TEUs/bulan. Padahal menurut  General Manager IPC Jambi, Cheppy Rymetaatmadja, kapasitas terpasang Pelabuhan Talang Duku Jambi  8000 TEUs per bulan.

“Kita terus mencari market baru, misalnya dengan menarik para pengusaha yang selama ini mengapalkan barangnya melalui Pelabuhan Teluk Bayur (Sumatra Barat) dan Palembang (Pelabuhan Palembang),” ujarnya kepada Metropol, Kamis (28/04).

Dikatakan, para pengusaha itu kebanyakan enggan masuk Pelabuhan Jambi, karena dinilai akses jalan yang terlalu jauh dari perusahaan produksi hingga ke Pelabuhan Talang Duku Jambi.

“Artinya soal akses jalan yang dekat dari tempat produksi pengusaha Jambi  ke Pelabuhan Talang Duku Jambi menjadi kendala,” ungkapnya.

Karena itu, kata Cheppy, pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak Pemprov Jambi maupun Pemda setempat untuk membangun sarana akses jalan nasional terutama yang bersinggungan langsung dengan Pelabuhan Talang Duku Jambi.

“Tentunya dengan terbangunnya jalan nasional dari dan ke Pelabuhan Talang Duku Jambi. Ini pada ujungnya akan turut meningkatkan laju perekonomian daerah, khususnya  Talang Duku,” imbuhnya.

Kalau kesiapan Pelabuhan Jambi, kata Cheppy, tidak ada masalah, mulai dari layanan 24 jam 7 hari, tarif, peralatan  bongkar muat dan kesiapan SDM (tenaga kerja bongkar muat).

“Bahkan kalaupun pengguna jasa ingin barang-barangnya dikapalkan menggunakan petikemas, kita sudah siap dengan terminal petikemas IPC Jambi,” tuturnya.

Petikemas Pelabuhan Talang Duku Jambi, selama ini menggunakan kapal tongkang dengan kapsitas 200 box sekali muat dari Talang Duku Jambi ke Negara Tujuan apakah ke Singapura atau tujuan ekspor lainnya.

“Untuk kegiatan itu,  (bongkar muat petikemas) didukung dengan 2 alat Jiep Crane kapasitas 35 ton,” ungkapnya.

(Risyaji)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *