IPC Siap Bangunan Terminal Kijing

IPC Siap Bangunan Terminal Kijing

Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya dan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak, Bintang Novi saat penandatanganan perjanjian, Kamis (12/7).

Jakarta, NewsMetropol – PT Pelabuhan Indonesia (IPC) siap merealisasikan pembangunan Terminal Kijing.

Kesiapan pembangunan terminal yang terletak di Pelabuhan Pontianak, Kalimantan Barat itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian konsesi pembangunan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan terminal.

Penandatanganan perjanjian konsesi itu dilakukan oleh Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya dan Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak, Bintang Novi yang disaksikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (12/7).

Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya mengatakan, jangka waktu perjanjian konsesi tersebut akan berlangsung selama 69 tahun.

“Pencanangan pembangunan Terminal Kijing yang terletak di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat sudah dilakukan pada April 2018. Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, selanjutnya akan dilakukan penerbitan izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan,” ,” kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya di Jakarta.

Elvyn menjelaskan, dengan adanya izin tersebut, IPC dapat memulai pembangunan fisik berupa pemasangan tiang pancang baik di darat maupun di laut. Paralel menunggu waktu ditandatanganinya perjanjian konsesi, IPC juga telah melakukan pekerjaan pembersihan lahan dan melakukan soil investigation survey yang disiapkan untuk pemasangan tiang pancang.

Kata dia, pemerintah memberikan penugasan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) untuk pembangunan dan melaksanakan pengusahaan Jasa Kepelabuhanan Terminal Kijing berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kalimantan Barat.

“Ruang lingkup perjanjian konsesi ini meliputi pemberian hak kepada IPC untuk melakukan pembangunan dan pengusahaan jasa kepelabuhanan, termasuk pengembangan terminal beserta fasilitas pendukungnya sesuai dengan tahapan pembangunan di area konsesi, penetapan segmen dan objek perjanjian konsesi, pelaksanaan penyusunan dan pungutan tarif jasa kepelabuhanan di Terminal Kijing, pembayaran pendapatan konsesi dan penyerahan aset dari IPC kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Pontianak,” ujarnya lagi.

Lanjutnya, untuk pembangunan Terminal Kijing, IPC telah menunjuk PT Wijaya Karya Tbk. (Wika) sebagai pelaksana dengan nilai proyek sebesar Rp2,74 Triliun.

PT Wika, kata dia, akan melaksanakan pembangunan terminal dari sisi konstruksi dermaga laut, port management area, jembatan penghubung, container yard serta fasilitas lainnya.

“Teminal Kijing dikembangkan dengan konsep digital port yang dilengkapi peralatan bongkar muat modern,” imbuhnya.

Menurutnya, sejak awal terminal kijing dirancang untuk memfasilitasi kegiatan bongkar muat kapal-kapal besar.

Dia menegaskan, sebagai salah satu proyek strategis nasional, Terminal Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Kalimantan.

“Keberadaannya akan terintegrasi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sehingga akan mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat,” pungkasnya.

(Risyaji)

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *