JK Hadiri Apel Kasatwil 2018

JK Hadiri Apel Kasatwil 2018

Wakil Presiden Repubik Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla saat menghadiri Apel Kasatwil 2018, didampingi Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D. aula Mutiara Auditorium PTIK, Jakarta.

Jakarta, NewsMetropol – Rangkaian Apel Kasatwil 2018 memasuki hari terakhir Jum’at (6/5).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Repubik Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla.

Sebanyak 28 anggota Polri menjadi Jajar Kehormatan menyambut kedatangan Wakil Presiden diiringi semarak tabuhan 18 drum yang dimainkan oleh personil gabungan TNI dan Polri di depan aula Mutiara Auditorium PTIK, Jakarta.

Karo Penmas Humas Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan kehadiran Wakil Presiden dalam rangka memberikan arahan terkait kamtibmas.

Kata dia, kegiatan yang dihadiri oleh seluruh Kapolda, Kapolres, Pejabat Utama Mabes Polri, penasehat ahli serta anggota di luar struktur tersebut diawali dengan sambutan dari Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D.

Sementara itu, Kapolri dalam sambutannya menyatakan untuk memaksimalkan arahan yang diberikan maka kegiatan ini turut disaksikan oleh para wakil kepolisian daerah dan pejabat utama Polda secara langsung melalui video conference.

Tito menerangkan bahwa kegiatan apel tersebut dilaksanakan lebih awal guna menyamakan persepsi dalam menghadapi agenda-agenda besar yang sudah semakin dekat.

Untuk itu, Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D melaporkan kepada Wakil Presiden Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla bahwa situasi aman terkendali untuk saat ini, terutama dalam menyambut Ramadhan tidak ada aksi sweeping yang dilakukan oleh kelompok tertentu.

Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D dalam kesempatannya juga menjelaskan bahwa program Promoter 2018-2019 adalah singkatan dari konsep dan tujuan untuk meraih kepercayaan publik dengan mengikuti perkembangan teknologi dan modernisasi.

Laporan tersebut disambut oleh Wakil Presiden Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla dengan ucapan terimakasih atas nama pemerintah kepada seluruh anggota Polri melalui pengabdiannya memberikan rasa aman kepada bangsa dan masyarakat.

Karena menurut pandangan Wapres bahwa suatu bangsa yang ingin maju seperti Indonesia tentu memiliki masalah sosial, ekonomi, politik yang saling berkaitan.

Apabila masyarakat aman dan tertib tentu lingkungan sosial akan damai disusul dengan politik yang sehat hingga menciptakan ekonomi yang baik dan maju.

Menurut Wakil Presiden Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla syarat pokok kemajuan bangsa adalah keamanan mengingat Indonesia memiliki pengalaman dalam masalah sosial tahun 1998 yang menimbulkan krisis dan kericuhan hingga berujung turunnya pemerintahan.

Untuk itu, seluruh aspek perlu diperhatikan dan Polri dituntut memiliki pengetahuan luas terlebih tentang perkembangan teknologi.

Tercatat pertumbuhan kepemilikan telepon seluler saat ini mencapai 100% setiap satu setengah tahun dan menimbulkan banyak masalah dengan maraknya berita-berita hoax yang beredar di masyarakat melalui jejaring media sosial.

Maka sesuai dengan programnya yaitu Promoter, polisi harus profesional, modern dan terpercaya.

Hal lain yang disinggung oleh Wakil Presiden Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla adalah reformasi yang menimbulkan tiga perubahan pokok yaitu, pemerintah yang lebih demokratis, otonomi daerah dan kebebasan berpendapat yang secara keseluruhan mempengaruhi sistem pemerintah dalam pemberian keputusan yang akan diikuti oleh Polri.

Wakil Presiden Indonesia, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla juga menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah adalah bagaimana mencapai kesejahteraan bagi rakyat dan menjaga perdamaian.

“Maka tugas kepolisian adalah memahami masalah-masalah yang ada di masyarakat, terutama prinsip agama untuk menekan timbulnya radikalisme,” ujarnya.

Terkait dengan Perpres No.20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing disampaikan jika intinya untuk mempermudah perizinan apabila tenaga asing sudah masuk ke Indonesia maka tidak harus memperbarui izin kerjanya selama 2 tahun.

“TNI Polri diharapkan mampu memberikan rasa aman secara menyeluruh demi menekan angka kriminalitas akibat tingginya pengangguran,” pungkasnya.

(Baso Susanto)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *