Kadisdik Lutim: Olahraga Karate Akan Dijadikan Ekskul Disekolah

Kadisdik Lutim: Olahraga Karate Akan Dijadikan Ekskul Disekolah

Olahraga Karate. (Dok. MP Lutim).

Luwu Timur, Metropol – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Timur Drs. La Basse mengatakan, olahraga Karate merupakan salah satu cabang olahraga yang populer di Indonesia dan dunia.

Kata dia, olahraga yang berasal dari negeri jepang ini telah dikembangkan secara serius oleh FORKI sejak lama. Di Indonesia olahraga ini berkembang dengan pesat di sehingga sering dilombakan dalam berbagai event dari usia dini hingga senior.

Lanjutnya, melalui bimbingan dan latihan oleh Senpai, Sensei dan Sihan profesional anak-anak akan tertempa mental dan karakternya sehingga berdampak terhadap prestasinya apalagi anak tersebut dibina sejak awal.

Oleh karena itu, sebagai salah satu cabang olahraga, Karate dapat dijadikan sebagai salah satu olahraga yang dapat membentuk karakter anak didik di sekolah.

“Olah raga bela diri karate sangat tepat di jadikan sebagai salah satu ekstra kurikuler, disamping sebagai untuk kebugaran dan membentuk kemampuan bela diri,” ujar Drs. La Besse saat ditemui Metropol di ruang kerjanya, Senin (22/5)

Menurut dia, Karate dapat membentuk karakter dan watak yg kuat bagi generasi muda, kita harus persiapkan generasi muda yang sehat jasmani dan rohani, sehingga menjadi menjadi manusia yang berkarakter berdisiplin, bertanggung jawab, sportif dan jujur.

Ia juga berharap, kedepan olah raga karate menjadi ekskul di sekolah, saya himbau kepada semua kepala sekolah untuk mensosialisasikan di sekolahnya. Karena dengan belajar dan berlatih bela diri karate sejak usia muda bermanfaat terhadap perkembangan prestasi di masa depan.

Diharapkan agar kepala sekolah mensosialisasikannya keseluruh siswa agar berminat berlatih karate sejak usia muda selain olahraga lain yang wajib diikuti di sekolah karena sebagai ujung tombak pembibitan prestasi sedini mungkin, namun strategi informasi dan melatih oleh para Senpai, Sensei, Sihan sangat dibutuhkan selain ketelatenan menghadapi pola fikir dan tingkahlaku siswa.

“Tujuan yang diharapkan adalah terciptanya pembangunan sumber daya manusia (human resource development) yang handal dalam segala situasi pembangunan.” tutup La Besse.

(A. Ade/Lily RY)

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *