Kajari Batu: Jaksa Harus Memiliki Ketajaman Analisa

Kajari Batu: Jaksa Harus Memiliki Ketajaman Analisa

Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Nur Chusniah saat memberikan cindera mata kepada Kasi Pidsus Andi Ermawan, SH., Jumat (12/1).

Batu, NewsMetropol – Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Nur Chusniah mengatakan, Kasi Pidsus Fariman S, SH.MH., sebagai pengganti Andi Ermawan, SH., harus dapat memiliki ketajaman analisa sebagai Jaksa sesuai fungsinya.

Seperti contoh sebuah peristiwa terjadinya jembatan roboh. Masyarakat awam berpendapat hal itu bagian dari musibah atau fenomena alam, namun tidak demikian bagi Kejaksaan yang bisa menelusuri penyebab robohnya tersebut dengan mengumpulkan bukti dan fakta, apa karena alam atau karena pengurangan spek dan suap menyuap.

Hal itu dikatakannya usai melaksanakan acara sertijab Kasi Pidsus dan Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) dilantai 2 Kejaksaan Negeri Batu, Jumat (12/1).

Dalam sambutan, Pimpinan berbaju coklat ini juga menyebutkan prestasi yang telah diraih Kejaksaan Negeri Batu, yaitu peringkat ke 4  dari 38 Kejaksaan Negeri di Jawa Timur dalam hal penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) selama tahun 2017.

“Sebagai Kepala Kejaksaan, saya berterimakasih karena Pak Andi telah bisa menunaikan amanatnya,” ungkapnya.

Nur Chusniah mengatakan, Kasi Datun juga telah berprestasi dalam kinerjanya melaksanakan tindak pencegahan  dengan melaksanakan 11 MOU dengan berbagai Instansi, diantaranya BPJS Ketenagakerjaan, PDAM, Inspektorat, Pemerintah Kota mengenai bidang pengelolaan Dana Desa, dan E- Pengelolaan Dana Desa.

Apresiasi juga diberikan Kemenag kepada Kejari Batu yang telah mendampingi pembangunan Kantor KUA Bumiaji.

Terkait program kedepan, dari kedua pejabat barunya, Nur Chusniah meyakini mereka bisa melaksanakan tugas lebih baik lagi dengan adanya sinergitas dalam upaya pencegahan, sedangkan penindakan adalah ultimum remedium (obat terakhir).

Secara terpisah, Kasi Pidsus Andi Ermawan, SH., yang akan bertugas di Kejari Magetan menjelaskan, selama masa jabatan, dirinya telah berhasil menyelesaikan 8 kasus perkara korupsi dengan 5 tersangka pengadaan buku yaitu 2 orang di Bappeda dan 3 orang Perpustakaan.

Sedangkan 2 tersangka yaitu Zainal Abidin dan Kusyanto dalam kasus Bilboard, Andi mengatakan, saat ini sudah naik ke persidangan. Sebagai PR masih ada kasus  penyidikan Sumbergondo yang kedepan akan di ekspos melihat perkembangan dari Pidsus yang baru.

“Karena itu kami berharap, Kasi Pidsus baru bisa menyelesaikan progres yang belum terselesaikan dan mempertahankan apa yang telah kita lakukan selama ini,” ujarnya.

Kasi Datun, Iwan Arto Kosoemo, SH.MH., yang kini telah digantikan oleh I Nyoman Sugiartha, SH.MH., dari Kasub Pembinaan Gianyar Bali juga mengatakan, dengan tugas dan fungsinya yang luas harus memaksimalkan bidang pencegahan korupsi dengan membangun sistem.

“Kami mendampingi normatif yuridisnya,” kata pejabat yang kini ditugaskan di Kejaksaan Negeri Banjar Jawa Barat saat mengakhiri penjelasanya.

(Yud/Rin)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *