Kapolri Buka Bersama Ketua BEM se-Jabodetabek

Kapolri Buka Bersama Ketua BEM se-Jabodetabek

Kapolri Jenderal Pol H.M. Tito Karnavian, Ph.D., saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama Ketua BEM se-Jabodetabek di Wisma Bhayangkari, Selasa (29/5).

Jakarta, NewsMetropol – Kapolri Jenderal Pol H.M. Tito Karnavian, Ph.D., menghadiri acara buka puasa bersama Ketua BEM se-Jabodetabek di Wisma Bhayangkari, Selasa (29/5).

Turut dihadir beberapa pejabat utama Mabes Polri yaitu: Kabaintelkam Komjen Pol Drs. Lutfi Lubihanto, Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs. Moechgiyarto, SH.M.Hum., Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Irjen Pol Lucky Hermawan, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Drs. Setyo Wasisto, SH., Kadiv Propam Polri Irjen Pol Drs. Martuani Sormin, M.Si., Kakorlantas Irjen Pol Drs. Royke Lumowa, MM., Dankor Brimob Polri Irjen Pol Drs. Rudi Sufahriadi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Idham Azis, M,Si., Kapolres jajaran Polda Metro Jaya dan kurang lebih 200 orang perwakilan BEM Se-Jabodetabek.

Acara diawali dengan sambutan Burzah Zanurbi, SE., yang menyampaikan bahwa Kapolri menginginkan silaturahmi tetap terjaga dan kegiatan ini merupakan tradisi yang dilakukan dari tahun ke tahun.

Ia juga menyampaikan perlunya membangun sinergitas dengan anak-anak bangsa, karena dimasa yang akan datang ancaman akan semakin banyak. Oleh karena itu, silaturahmi penting untuk dihayati dan khitmat guna menjadikan bangsa yang besar dan menjaga keamanan bangsa.

“Jadi kita harus membangun hubungan dengan Polri jangan sampai hubungan silaturahmi itu putus,” kata Burzah.

Kemudian sambutan dilanjutkan oleh perwakilan Ketua BEM yang diwakili oleh El Hakim selaku Menteri Luar Negeri BEM Universitas Islam Jakarta. Dia mengatakan dengan mendukung penuh seluruh kebijakan Polri dan siap membantu Polri dalam menjaga situasi Kamtibmas.

Selajutnya Kapolri Jenderal Pol H.M. Tito Karnavian, Ph.D., memberikan sambutan dan menyampaikan, bahwa dirinya merasa senang karena semua dapat berkumpul dengan suasana yang nyaman dan suci.

“Tujuan kita adalah silaturahmi, karena Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban bangsa tanpa ada kerja sama dari stakeholder,” katanya.

Kapolri juga menjelaskan, bahwa dinegara ini banyak perubahan terjadi karena peran mahasiswa, oleh karenanya mahasiswa menjadi hal penting karena tidak terlibat partai politik dan masih memiliki ideologi.

Menurutnya, gerakan mahasiswa memiliki peran yang sangat penting. Polri merasa bahwa mahasiswa menjadi mitra yang penting dalam membantu Polri menjaga situasi Kamtibmas.

Kapolri menghimbau agar semua dapat menjaga keamanan karena saat ini tengah menghadapi situasi yang wajib didukung, seperti saat Pilkada nanti merupakan potensi konflik yang perlu dikelola karena adanya perbedaan pendapat dalam memilih pemimpin.

“Mulai dari awal proses Pilkada sampai akhir kita dapat menjaganya dengan aman. Hal ini juga karena ikut sertanya mahasiswa untuk mendinginkan suasana,” tukasnya.

Kapolri kembali menjelaskan, langkah menjelang 27 Juni, semua telah melihat potensi Pilkada yang mendingin karena beberapa hal, yaitu karena momen lebaran dimana publik akan mulai sibuk mengurus lebaran, sehingga tensi politik yang mulai memanas akan larut dengan adanya cuti lebaran nanti.

“Kita harus mendukung proses Pilkada agar dapat berjalan baik,” katanya.

Lalu, kata Kapolri, ada momen piala dunia dan ini akan membantu mendinginkan suasana. Hal Itu juga dapat mengelola potensi konflik politik dengan momen lebaran dan momen piala dunia.

Untuk menghadapi proses pemilu dan asean games, Kapolri mengatakan, perlu secara bersama-sama mengelola agar situasi dalam menghadapi event-event kedepan tetap sukses dan kondusif.

“Saat ini penyebaran ideologi terorisme terus berkembang, hal ini merupakan akar permasalahan terorisme, tetapi kita sudah melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi terorisme,” jelasnya.

Walaupun sudah melakukan penangkapan, lanjut Kapori, hal ini tidak akan menyelesaikan masalah sebelum akar masalah diselesaikan. Untuk saat ini semua harus membangun ketahanan terutama dikalangan muda yang lebih selektif, karena sasaran utama adalah kalangan muda.

Oleh karena itu Kapolri berharap mahasiswa jangan pernah ikut menyebarkan berita-berita yang tidak jelas dan selektif dalam menyebarkan berita. Jika mendapatkan berita agar dapat menyaring dan tidak menyebarkan berita yang tidak baik.

“Manfaatkanlah kecerdasan keilmuan sebagai inteliktual pemuda dalam memfilter media sosial. Mari bersama kita memberikan pencerahan kepada mahasiswa yang lainnya,” imbuh Kapolri Tito.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata oleh Kapolri kepada perwakilan BEM. Dilanjutkan kultum oleh Ust. H. Muhamad Zen. MA selaku Dosen Universitas Islam Negeri Jakarta dan sholat Magrib berjamaah. Lalu acara ditutup dengan makan malam dan foto bersama.

(MP/HumasPolri)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *