Karantina Musnahkan BB Selundupan Asal Malaysia

Karantina Musnahkan BB Selundupan Asal Malaysia

Kepala Balai Karantina Pertanian, Amril, Danyon Pamtas 621/Manuntung, Letkol Inf Rio Neswan, SE, dan Kapolsek Sebatik Timur AKP Oman Purnama pada pemusnahan Barang Bukti (BB) hasil pengungkapan oleh pihak Karantina Sebatik dan Aparat TNI Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung.

Nunukan, Metropol – Balai Karantina Pertanian Tarakan Wilayah Kerja Sebatik melakukan pemusnahan barang bukti berupa buah segar, ayam Philipina, dan ayam potong serta berbagai jenis daging hasil tangkapan dari aparat Karantina Sebatik dan juga aparat TNI Satgas Yonif 621/Mtg RI-Malaysia di pesisir pantai, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur.

Pemusnahan barang bukti yang berhasil di amankan beberapa waktu lalu itu disaksikan langsung oleh Danyon Pamtas 621/Manuntung, Letkol Inf Rio Neswan, SE, Kapolsek Sebatik Timur AKP Oman Purnama, Danki Marinir Satgas Ambalat XXII Kapten Marinir Verdy Jang Haryanto, beserta beberapa undangan lainnya.

Kepala Balai Karantina Pertanian, Amril mengungkapkan barang bukti yang di musnahkan diantaranya adalah 1.053 Kilogram (Kg) buah segar, 313 ekor ayam potong dan 2.268 Kg berbagai jenis daging yang semuanya adalah berasal dari Tawau, Malaysia.

Pulau Sebatik, Nunukan yang secara geografis berbatasan langsung dengan Malaysia, diakuinya menjadi salah satu jalur untuk penyelundupan barang-barang ilegal yang tanpa di lengkapi dengan dokumen resmi yang masuk ke wilayah Indonesia.

“Memang kita akui di Pulau Sebatik cukup banyak percobaan penyelundupan barang-barang ilegal. Begitu banyaknya jasa-jasa transportasi dan tidak adanya jalur resmi, sehingga menyebabkan banyak orang memanfaatkannya dengan melakukan bisnis yang ilegal,” katanya, usai ditemui Metropol setelah pemusnahan barang bukti kemarin (20/12).

Menurut Amril, pemusnahan barang bukti media pembawa Hama penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) tersebut sudah berdasarkan ketentuan dan undang-undang No 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Yang mana barang bukti tersebut tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dari negara asal.

Sehingga barang bukti tersebut dianggap penyelundupan yang ilegal karena sudah melanggar peraturan yang ada.

“Ini memang sudah berdasarkan aturan yang ada, bahwa setiap hewan atau tumbuhan yang berasal dari negara lain harus di sertakan dengan sertifikat kesehatan dari negara asal dan wajib menggunakan jalur yang resmi di negara tujuan,” jelas dia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 1.053 Kilogram (Kg) buah segar yang berasal dari Tawau, Malaysia pada 5 Desember 2017 lalu.

Penahanan yang dilakukan oleh pihak Karantina Sebatik tersebut merupakan informasi yang di peroleh dari masyarakat Pulau Sebatik.

Masyarakat yang memberikan informasi bahwa akan ada percobaan  penyelundupan buah segar melalui Dermaga Lalo Salo, Desa Sei Pancang, Sebatik Utara langsung diselidiki oleh pihak Karantina Sebatik.

Dari hasil pantauan, ternyata benar bahwa ditemukan sebuah Long Boat berasal dari Tawau, Malaysia yang sedang melakukan aktifitas bongkar muat buah segar ke atas Pick Up.

Sedangkan pada 15 Desember 2017, aparat TNI dari Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung pengungkapan kasus penyeludupan yang terjadi di daerah Pos Bukit Keramat adalah ayam Filipina yang rencananya akan dibawa menuju Kabupaten Tanah Toraja, Provinsi Sulsel.

Sedangkan penyelundupan yang terjadi di daerah Pos Bambangan, aparat TNI menahan 313 ekor ayam potong dan 2.268 Kg berbagai jenis daging yang semua barang bukti tersebut berasal dari Tawau, Malaysia.

(Ram/Guntur)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *