Karantina Tarakan Amankan 1053 Kg Buah Segar Ilegal Asal Malaysia

Karantina Tarakan Amankan 1053 Kg Buah Segar Ilegal Asal Malaysia

Buah segar ilegal asal Tawau Malaysia, yang diangkut menggunakan mobil Pick Up diamankan oleh Petugas Karantina Tarakan Wilayah Kerja Sebatik.

Nunukan, Metropol – Petugas Karantina Tarakan Wilayah Kerja Sebatik berhasil mengamankan sebanyak 1.053 Kilogram (Kg) buah segar ilegal yang berasal dari Tawau, Malaysia.

Penahanan yang dilakukan oleh pihak Karantina Sebatik tersebut berkat adanya informasi yang diperoleh dari masyarakat Pulau Sebatik.

Masyarakat yang memberikan informasi akan ada percobaan penyeludupan buah segar melalui Dermaga Lalo Salo, Desa Sei Pancang, Sebatik Utara.

Menerima informasi tersebut, Petugas Karantina Tarakan Wilayah Kerja Sebatik langsung melakukan penyelidikan.

Dari hasil penyelidikan, ditemukan sebuah Long Boat yang berasal dari Tawau, Malaysia sedang melakukan aktifitas bongkar muat buah segar ke atas sebuah mobil Pick Up.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Karantina Sebatik, sebanyak 1.053 Kg buah segar yang berhasil diamankan tersebut terdiri atas berbagai macam buah yang siap edar.

Sang pemilik buah segar berinisial H merupakan warga Tawau, juga tidak melengkapi Phitosanitary Certificate pada buahnya yang diterbitkan dari negara asalnya.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan detail, ada 12 jenis buah segar yang ditemukan. Mulai dari apel, jeruk, pear, anggur, lengkeng dan pepaya yang jumlah keseluruhannya sebanyak 1.053 Kg. Sang pemiliknya juga tidak menyertai Phitosanitary Certificate barang miliknya yang di terbitkan dari negara Malaysia,” ungkap Kepala Karantina Nunukan, Sapto Hudaya pada Kamis (7/12).

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan penahanan pada buah segar tersebut karena termasuk kategori percobaan penyeludupan buah segar ilegal yang telah melanggar UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, Tumbuhan dan Peraturan Menteri Pertanian No.42 Tahun 2012 tentang Tindakan Karantina Tumbuhan untuk Pemasukan Buah Segar dan Sayuran Buah Segar ke dalam Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tak hanya itu, percobaan penyeludupan itu juga melanggar Peraturan Menteri Pertanian No 55 Tahun 2016 tentang Pengawasan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan Pangan Segar asal Tumbuhan.

“Terhadap buah segar itu, kita tahan karena pemilik tidak dapat menunjukkan dokumen karantina dari negara asal dan telah diterbitkan surat penahanan dan diberikan kepada pemilik,” pungkasnya.

(Ram/Guntur)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *