Karti, Seorang Guru Keterbatasan Fisik Rela Nginap di Ruang Kelas Demi Tugas Didik

Karti, Seorang Guru Keterbatasan Fisik Rela Nginap di Ruang Kelas Demi Tugas Didik

“Guru adalah cahaya dalam kegelapan, maka beliau sangat menyayangkan jika waktunya terbuang sia-sia

Donggala, Metropol – Beberapa pekan lalu Kapala Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala Propinsi Sulawesi tengah Rustam Efendi berkunjung ke SDN 1 Lalundu Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah untuk melihat kondisi kesehatan seorang guru bernama Karti, S.Pd, NIP : 1964112 200502 2 001 dan TTL : Blitar, 11 Desember 1964.

Sebelum terkena musibah laka lantas, yang mengakibatkan kedua kakinya mengalami patah tulang, Karti, S.Pd guru yang telah menginjak usia 51 Tahun, juga pernah mengharumkan nama Kabupaten Donggala mewakili Kecamatan Rio Pakava. Dari delapan orang peserta yang ikut seleksi ditingkat Kecamatan, hanya dua orang yang dinyatakan lulus termasuk Karti untuk mengikuti Pelatihan matematika GASING (Gampang Asik Dan Menyenangkan) di Tangerang – Jakarta yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Surya Institute atau yang lebih dikenal dengan singkatan SI. Pada tanggal 16 Mei sampai dengan tanggal 16 Juni 2015. Sehari setelah kepulangan beliau dari jakarta, tepatnya tanggal 17 juni 2015 Kecelakaan laka lantas menimpanya. Kendatipun belum bisa berjalan, namun tidak menyurutkan semangat juangnya untuk menghantarkan anak-anak dalam meraih cita-cita dimasa yang akan datang. Tekad yang kuat telah terpatrih di hatinya untuk mengabdikan sisa umurnya kepada Negara dalam situasi dan kondisi apapun. Sampai saat ini kondisi beliau juga belum membaik.

Semenjak sakit, Karti tidak pernah lagi pulang kerumah seusai melaksanakan tugas mengajar. Beliau rela tidur di ruang kelas dengan beberapa helai perlengkapan pakaian dan bantal, menunggu anak-anak sampai tiba waktu sekolah keesokan harinya. Begitulah yang di lakukannya bersama sang suami tercinta untuk memudahkan dirinya mewariskan cahaya kepada generasi bangsa. Menurutnya, guru adalah cahaya dalam kegelapan, maka beliau sangat menyayangkan jika waktunya terbuang sia-sia.

Kadisdik Kabupaten Donggala Rustam Efendi saat memberikan santunan dana pengobatan kepada Karti mengatakan, dirinya sangat prihatin melihat kondisi fisik Karti. Namun bangga dengan semangatnya dalam mengemban amanah. Walaupun dalam kondisi sakit parah, tidak menjadi penghalang buatnya. Ia tetap rela menginap di kelas, serta makan dan tidur di depan papan tulis.

Rustam Efendi juga sudah beberapa kali menyampaikan untuk tidak melakukan tugas belajar mengajar dulu menungggu sampai kondisi kesehatannya benar-benar pulih, tetapi yang bersangkutan tetap tak mau, karna merasa bahwa tugas dan amanah lebih penting dari pada kesehatannya.

Belajar dari pengalaman tersebut, Kepala Dinas Rustam Efendi menyampaikan, patut di contoh akan semangat dan ketulusan Karti dalam menjalankan tugas. Ia merupakan inspirasi dan motifasi yang sangat berharga bagi guru-guru yang lain dan juga dirinya.

“Kita tidak boleh mengeluh terhadap kondisi kita berkaitan dengan amanah dan tugas yang emban, semacam inilah semangat yang harus kita bangkitkan bersama sebagai bentuk usaha kita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu sangat diperlukan konsentrasi, tenaga, pikiran dan waktu, bahkan sekali-kali kita harus korban pribadi, dalam konteks untuk kepentingan pendidikan, pembinaan dan pengajaran kepada anak-anak. Berapapun besaran dana yang dikondisikan Pemerintah kepada masyarakat khususnya di Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala, hasilnya tidak akan maksimal tanpa didukung oleh kesadaran dari diri kita sendiri. apalagi saat ini pemerintah sudah cukup banyak memberikan perhatiannya kepada kita semua dengan memberikan gaji, sertifikasi dan tunjangan-tunjangan lain. Tidak ada salahnya jika kita mau memaknai apa yang sudah diberikan pemerintah kepada kita semua, sebagai stimulus untuk membangkitkan semangat dan usaha kita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sehingga bukan lagi hanya sekedar wacara dan konteks saja, namun implementasikan secara nyata. Jangan selalu membiasakan diri mengeluh dan berputus asa saat menghadapi rintangan dan hambatan, sebab kemajuan dan perkembangan suatu Daerah tidak terlepas dari kekompakan dan komitmen kerja, serta semangat yang tinggi dari lintas komponen yang ada di dinas pendidikan itu sendiri. Untuk itu, saya selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Donggala menghimbau, agar kita semua bisa belajar dan mencontohi semangat kerja yang ditunjukan oleh ibu Karti, S.Pd, yang begitu tulus mengabdi tanpa pamrih diusianya yang sudah memasuki 51 tahun ini,” jelasnya.

(Robby. S)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *