Kepala BNNP NTB Ancam Tembak Mati Pengedar Narkoba di NTB

Kepala BNNP NTB Ancam Tembak Mati Pengedar Narkoba di NTB

Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Imam Margono, dalam jumpa pers kepada sejumlah awak media terkait tindakan tegas terhadap pengedar narkoba, apalagi pengedar kelas kakap, di kantornya, Kamis (21/12).

Mataram, Metropol – Kepala Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) NTB Brigjen Pol Imam Margono menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ampun kepada pengedar narkoba, apalagi pengedar kelas kakap.

Dia katakan, jika ditemukan tidak akan diproses hukum, tetapi langsung ditembak mati.

Ancaman itu juga akan berlaku kepada anggotanya yang mencoba ikut bermain di pasar gelap barang haram itu.

“Tidak ada gunanya kita proses. Toh juga bisa saja mengedarkan narkoba dari penjara. Lebih baik tembak mati daripada banyak-banyak makan korban,” tegas Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol Imam Margono, saat jumpa pers di kantornya, Kamis (21/12).

Dia juga mengatakan bahwa, keberadaan narkoba sangat mengganggu mental dan kesehatan masyarakat.

“Sebab satu gram saja bisa digunakan oleh sepuluh orang. Maka bisa dibayangkan, jika pengedar tersebut membawa setengah kilogram? dapat mengancam kesehatan sampai 5000 orang,” jelasnya.

Oleh karena itu, dalam menyikapi situasi ini, maka Jenderal bintang satu ini memproklamirkan perang terhadap narkoba.

“Jika ada ditemukan pengedar narkoba dengan jumlah barang bukti banyak, maka tidak ada kata maaf, langsung tembak mati,” terangnya.

Dia mengakui bahwa, saat ini semua wilayah di NTB rawan dengan peredaran gelap narkoba, khususnya di Karang Bagu dan Abian Tubuh Mataram.

Lanjutnya, di dua kawasan tersebut menjadi atensi BNNP maupun BNNK dalam memberdayakan masyarakat untuk mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kata dia, upaya pendekatan yang dilakukan dengan adalah dengan memberikan peningkatan kemampuan terhadap masyarakat di lingkungan tersebut serta memberikan keterampilan melalui life skiil kewirausahaan.

“Kami juga bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Perdagangan dan instansi lainnya dalam hal pencegahan dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya

(Amrin)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *