Korps Perhubungan Angkatan Darat Ganti RoIP Dengan E-Militer

Korps Perhubungan Angkatan Darat  Ganti RoIP Dengan E-Militer

Kasdam V Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., saat memberikan pengarahan, Sabtu (13/1).

Surabaya, NewsMetropol - Kepala Staf Kodam (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., mengatakan, alat komunikasi Radio Over Internet Protocol (RoIP) kini telah disulap menjadi alat E-Militer, hal itu disampaikannya di Surabaya, Sabtu (13/1).

“Kini kita sudah dapat berkomunikasi dengan super canggih, aman dan lancar,” katanya.

Widodo menjelaskan, E- Militer merupakan salah satu senjata komunikasi yang berkembang di jajaran TNI AD. Fungsinya sebagai sarana komunikasi dalam mengirimkan data informasi maupun dokumen secara elektronik, cepat dan aman.

Terobosan terbaru di bidang teknologi itu diluncurkan oleh Korps Perhubungan Angkatan Darat Makodam V/Brawijaya guna menandingi pesatnya perkembangan era tehnologi seperti yang terjadi saat ini.

“E- Militer tersebut dibawah kendali langsung Direktorat Perhubungan TNI AD dan didukung perusahaan seluler Indonesia, namun sifatnya sangat terbatas,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kasdam menyampaikan, prajurit TNI-AD wajib menguasai segala jenis perkembangan tehnologi yang saat ini berkembang pesat di Indonesia.

Karena itu, kata dia, seluruh prajurit TNI AD yang berada di wilayah teritorialnya secara serentak wajib mengikuti pelatihan dan penggunaan E-militer yang rencananya akan digelar minggu depan di Makodam V/Brawijaya.

Sementara itu, ditambahkan penjelasan oleh Kahubdam V/Brawijaya, Kolonel Chb Mochammad Soleh mengatakan, jaringan E- Militer ini merupakan sarana komunikasi data dengan fasilitas layanan VPN IP, VSAT IP dan Mobility yang tergelar dari tingkat Mabesad sampai tingkat Kodim.

Menurutnya, pemanfaatan jaringan E- Militer ini merupakan salah satu backbone sisfo TNI AD, sekaligus salah satu jalur kodal pimpinan guna mendukung tugas pokok dan fungsi di setiap satuan TNI AD.

“Hal ini terbukti pada saat satelit Telkom-1 mengalami gangguan pada tanggal 25 Agustus hingga 10 September lalu. Namun gangguan itu, tidak berdampak bagi jaringan E- militer,” jelasnya.

Sehubungan dengan hal itu, Kasdam berharap dengan diluncurkannya E- Militer seluruh prajurit tidak mengalami kendala sedikitpun dalam berkomunikasi, diantaranya jelang pelaksanaan Pilkada serentak di tahun 2018.

Berdasarkan informasi, bahwa E- Militer digunakan oleh seluruh prajurit TNI-AD yang berada di wilayah perbatasan (pelosok). Selain memiliki frekuensi yang lebih bagus, E- Militer juga dapat digunakan sebagai sarana sistem informasi dengan berbagai aplikasi, diantaranya E- Mail TNI AD, aplikasi sisfopers, aplikasi sisfolog (materil) dan apilasi E- Healt.

(Yud/Rin)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *