Lempar Batu di Tol, Kelima ABG Terancam 9 Tahun Penjara

Lempar Batu di Tol, Kelima ABG Terancam 9 Tahun Penjara

Tampak kelima pelaku saat konferensi pers di Mapolres Serang, Senin (2/7).

Serang, NewsMetropol – Polres Kabupaten Serang berhasil menangkap lima orang kawanan pelaku pelemparan batu di Jalan Tol Tangerang-Merak KM 49 Kampung Songgom, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang yang mengakibatkan enam mobil pecah pada bagian kaca depan dan mengakibatkan pengendara luka-luka.

Dari kelima pelaku itu diantaranya, WS (18) BS (18) RY (18) SN (18) dan SL (18). Dari kawanan ini juga masih berusia Anak Baru Gede (ABG) pengangguran dan satu orang siswa, mereka ditangkap pada 30 Juni dan 1 Juli 2018 ditempat yang berbeda.

Motif kelima pelaku pelemparan batu di Jalan Tol Tangerang-Merak KM 49, mengaku hanya iseng melempar batu secara sadar dan tidak terpengaruh minuman keras atau narkotika.

“BS masih duduk di SMA kelas XII di Kabupaten Serang sedangkan yang lainnya pengangguran,” kata Kapolres Serang, AKBP Indra Gunawan saat konferensi pers di Mapolres Serang, Senin (2/7).

Kapolres menceritakan, pelemparan batu dari atas jembatan melalui celah pagar pembatas secara bergantian.

“Masing-masing memegang satu batu yang didapat dari pinggir jalan sekitar lokasi. Kurang lebih 100 meter dari lokasi pelemparan. Dilemparnya juga secara bergantian per satu menit sampai satu setengah menit,” jelasnya.

Untuk yang pertama kali melempar, lanjut Kapolres, itu BS dan mengenai mobil Honda Brio warna putih, kemudian SN mengenai mobil elf warna biru, dilanjut WS mengenai mobil Avanza hitam, RY mengenai mobil Honda Freed warna putih dan yang terakhir SL mengenai mobil Avanza warna putih.

“Pengemudi ada yang mengalami luka pada bagian tangan kiri karena pecahan kaca yang masuk kedalam, sedangkan sopir mobil elf mengalami luka pada bagian kepala,” terangnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu lima buah batu kali berukuran besar, satu unit motor Yamaha Mio J dan kendaraan yang menjadi korban.

Kapolres juga mengatakan, kelima kawanan pelaku terancam kurungan penjara selama sembilan tahun.

“Kita kenakan pasal 170 jo Pasal 406 KUHP tentang Kejahatan Ketertiban Umum terhadap para pelaku pengrusakan dengan ancaman penjara maksimal sembilan tahun penjara,” ujarnya.

Selain itu, Kapolres juga meminta peningkatan keamanan dan pemasangan CCTV (kamera pemantau) di JPO yang di indikasi rawan akan kejahatan kepada pihak pengelola.

“Kita juga meminta adanya penerangan JPO, karena di JPO lokasi pelaku melempar batu gelap tidak ada penerangan,” kata dia.

(Syarifudin)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *