Manager Smart Finance Halang-Halangi Kegiatan Jurnalistik

Manager Smart Finance Halang-Halangi Kegiatan Jurnalistik

Aksi menolak kekerasan jurnalis. (Sindophoto/ilustrasi).

Mataram, NewsMetropol – Kegiatan jurnalistik untuk menggali informasi terkait perampasan motor oleh Debt Collector Smart Finance dihalang-halangi oleh manager Smart Finance.

Kronologinya saat salah seorang costumer bercerita kepada sejumlah Wartawan jika motornya diambil oleh pihak Smart Finance.

Para Wartawanpun yang menganggap peristiwa tersebut merupakan sebuah berita menarik, berpikir sangat perlu mencari informasi ke pihak Smart Finance, Kamis (8/2).

Setelah wartawan sampai ke kantor Smart Finance dengan cepat para wartawan langsung meliput seperti biasanya yakni mulai dari merekam, mengambil gambar dan wawancara.

Hal itu dilakukan agar informasi yang didapatkan dari pihak manager Smart Finance benar-benar akurat sehingga informasi yang disampaikan nantinya berimbang.

Ketika Manager Smart Finance datang dan mempersilakan korban untuk berbicara di ruangannya.

Karena ruangan itu sempit, sehingga hanya satu orang wartawan saja yang bisa masuk untuk melakukan kegiatan peliputan.

Namun ironisnya, saat ingin mengambil gambar, seorang wartawan iNews tv yang akan merekam dimarahi oleh manager Smart Finance.

“Ini ada apa, kenapa bawa wartawan segala? Kan kita berdua bisa selesaikan ini,” ujar Steven dengan nada keras.

Saat itu Hari Kasidi, wartawan iNews mengatakan, ingin mengklarifikasi kejadian perampasan motor oleh Debt Collector sambil mengeluarkan handy cam.

Namun tiba-tiba Steven marah dan langsung menepis tangan wartawan iNews sehingga menyebabkan perdebatan antara keduanya.

“Anda tidak boleh mengambil gambar karena belum punya izin dari saya, mana surat tugasmu,” ungkap Steven lagi.

Hari Kasidi beserta wartawan yang lain memperlihatkan ID Card sebagai tanda tugas.

Selanjutnya Hari Kasidi menjelaskan, aturan tentang hak jawab yang dimiliki oleh pihak Smart Finance, namun Steven tetap tidak menerima alasan itu dan malah menantang wartawan iNews tersebut.

“Awalnya lancar-lancar saja namun saat pihak korban bertemu dengan Manager dan disitu informasi yang saya butuhkan, saat akan merekam dengan handy cam saya, dia malah menepis handy cam saya, saya sebagai wartawan tahu informasi apa yang harus saya miliki untuk membuat suatu berita. Ini kami ingin memberikannya hak jawab agar informasinya berimbang tapi kok dia tidak mau memberikan keterangan, malah melarang saya mengabil gambar dan menantang saya untuk lapor ke polisi,” ungkap Hari Kasidi kepada wartawan lain dengan kecewa.

(Rahmat/An)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *