Medan Extreme, Team Naga: Uji Nyali dan Uji Kesabaran

Medan Extreme,  Team Naga: Uji Nyali dan Uji Kesabaran

Foto: RACING4.NET

Yogyakarta, Metropol – Team Naga yang dikomandoi oleh H Samsuddin, yang akrab disapa Haji Sam turut mensukseskan IOX Jogja-Bali 2016. Haji Sam, offroader yang berpengalaman, pengusaha asal Batulicin Kalimantan Selatan ini, mengaku, disetiap track memiliki nuansa dan tantangan yang berbeda. Menurutnya, disitulah nyali di uji. Uji kesabaran dan uji kepiawaian sang pengendali atau driver. Selain itu, fungsi co driver dan mekanik secara tehnis memiliki posisi yang sama pentingnya. Diperlukan fungsi dan kerjasama yang baik dari semua komponen tersebut agar dapat melewati setiap tantangan.

Rois Sunandar H Maming yang merupakan Offroader BAT-69 Project bersama Pangeran Pippo, mengatakan, “meskipun di track Merapi sempat terjadi insiden tergulingnya mobil offeoad asal Bandung sejauh lebih dari 20 meter ke bawah, namun, tidak menyurutkan langkah para offroader lainnya,” sebutnya.

“Begitu juga saat melanjutkan perjalanan dari Merapi menuju Wonogiri, hujan sempat turun dan memperparah kondisi medan. Pokoknya luar biasa,” kata Rois yang diamini Pangeran Pippo.

Pangeran Pippo menambahkan, dirinya berharap Team Naga bisa menyelesaikan setiap rute hingga finish di Bali nanti dengan selamat.” kami mohon doa dari kita semua, semoga Team Naga dibawah Pimpinan Haji Sam, bisa mengharumkan nama Kalimantan Selatan, khususnya Tanah Bumbu,” tambahnya

Sementara itu, Event Director IOX Jogja-Bali 2016, Sri Hascaryo, mengatakan, gelaran kelima event IOX ini cukup spesial dibandingkan dengan empat event sebelumnya. Menurut dia, misi ini lebih dikedepankan kebudayaan dan pariwisata. Mengingat, Yogyakarta dan Bali merupakan dua destinasi wisata unggulan Indonesia,” kata Sri kepada awak media dalam temu pers di PKKH UGM, Jumat.

“Kami mendapatkan permintaan dari peserta dan jurnalis asing untuk secara khusus melewati Yogyakarta, dan menurut kami itu ide yang luar biasa. Maka itu tahun 2016 kami wujudkan dengan rute Yogya-Bali karena dua kota ini merupakan ikon pariwisata Indonesia,” ungkap Sri Hascaryo.

Tak hanya dua kota saja yang akan diperkenalkan dalam ekspedisi offroad IOX kali ini, namun kota-kota yang disinggahi di 15 pos pun mendapatkan kesempatan untuk diekspos ke ranah internasional. Expedition leader, Syamsir Alam telah mempersiapkan tempat beristirahat para rider yang juga ikonik di masing-masing daerah.

“Kita akan lewati 15 pos yang sangat indah dan luar biasa, jadi kami bisa kenalkan pariwisata daerah-daerah yang dilewati. Borobudur, Merapi, Gajah Mungkur, Prigi, Sine, Malang hingga Kintamani nantinya akan kita lewati selama 16 hari perjalanan,” terangnya.

Di Yogyakarta, lanjut Syamsir, para peserta akan disuguhkan pengalaman offroad ringan dengan mengedepankan wisata. “Hari pertama kedua nanti masih santai, kita bawa peserta berfoto di Merapi dan membuat camp di kaki gunung. Mengapa, karena kita ingin mereka menikmati dan menyebarkan virus positif pariwisata,” kata offroader yang berpengalaman ini.

Event Indonesia Offroad Expedition (IOX) Jogja-Bali tahun ini digelar 13 hingga 28 Februari 2016 dan diikuti 59 mobil dan 67 motor. Mulai star dari Yogyakarta dan finish di Bali.

(RR/fokusbatulicin.com)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *