Misi Ciguha Selesai, PR Kedua Untuk Pemda dan Antam

Misi Ciguha Selesai, PR Kedua Untuk Pemda dan Antam

Komisaris Utama PT Antam Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi dan Ketua DPR RI Setya Novant.

Bogor, Metropol – Keberhasilan sebuah misi Ciguha sebagai permasalahan nasional terkait sarang Penambangan Tanpa Izin (Peti) di Indonesia yang berada di kawasan pertambangan PT Antam tbk. Pongkor, Bogor, akhirnya dapat terselesaikan.

Menurut Kapolres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto dalam laporan presentasinya, bahwa keberadaan Peti yang berada di Kp. Ciguha, Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sangat berdampak terhadap beberapa sisi kehidupan di dalamnya, selain sebagai menyebabkan kerugian negara dan pencemaran lingkungan, terindikasi juga kejahatan narkoba serta prostitusi, bahkan berdampak kepada moral bagi anak-anak sekitarnya.

Kapolres menyadari dalam penindakan kejahatan tersebut akan sangat berdampak terhadap mata pencaharian warga sekitar, namun demi mewujudkan perubahan untuk perbaikan kedepannya, penindakan harus dilakukan agar kehidupan warga sekitar dapat terarah, teratur dan lebih baik lagi. Oleh karenanya, Akpol 94 ini memohon kepada PT Antam agar secepatnya dapat membantu warga dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mengatasi kelangsungan mata pencaharian.

Desakan terkait membangun kesejahteraan warga juga disampaikan oleh Ketua DPR RI, Drs. Setya Novanto, Ak saat kunjungan kerjanya ke PT Antam Bogor, Selasa (20/10/2015). Bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor dan PT Antam untuk segera menangani permasalahan mata pencaharian warga terkait dampak dari penertiban dengan program CSR.

“Pihak Pemkab dan Muspida Kabupaten Bogor untuk secepatnya membuat formula baru dalam membangun kesejahteraan warga setelah penutupan PETI. Yang pastinya berdampak pada mata pencaharian warga sekitar, namun dengan adanya CSR, diharapkan warga dapat segera mendapatkan peralihan mata pencaharaian,” kata Ketua DPR RI Setya Novanto.

Dalam acara tersebut turut hadir Komisaris Utama PT Antam Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi, dan beberapa anggota DPR RI lainnya untuk melakukan peninjauan Kp. Ciguha dan menemani Ketua DPR RI dalam menaburkan benih ikan ke sungai Cikaniki, serta penanaman pohon guna mengembalikan pelestarian lingkungan.

Menurut Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi untuk langkah kedepan terkait pengendalian lingkungan dan warga sekitar, PT Antam telah berkoordinasi dengan Pemkab Bogor.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab,” kata Komisaris Utama PT Antam dan juga pembina Metropol ini.

Mengenai akan secepatnya perencanaan penanganan permasalahan lingkungan dan warga akibat dampak dari penertiban Peti di Ciguha, sehingga berimbas kepada mata pencaharian dan kesejahteraan masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi membenarkan, bahwa Pemkab Bogor saat ini sudah mendapatkan dana terkait pasca tambang dari PT Antam sebesar Rp. 20 miliar lebih, dan dana tersebut akan segera direalisasikan.

“Untuk pasca tambang Pemkab Bogor sudah tersedia dana Rp. 20 miliar lebih dari PT Antam, dan dana itu akan segera direalisasikan,” kata Ade Ruhandi kepada Metropol saat meninjau lokasi Kp. Ciguha.

Strategi Nafkah, Kemiskinan, Pertambangan dan Akses Terbuka.

Menurut Deanisa Rahmani seorang mahasiswi dalam tulisan analisis abstraknya, bahwa kemiskinan masih menjadi isu sosial di masyarakat. Tidak adanya akses bagi masyarakat dan lemahnya regulasi menjadikan lingkaran kemiskinan masih terus diwariskan kepada generasi selanjutnya. Lemahnya regulasi juga menjadikan kepemilikan sumberdaya menjadi akses terbuka. Keadaan ini menjadi strategi nafkah sebagai sarana bertahan hidup masyarakat sekitar.

Pertambangan sebagai salah satu sektor industri berdampak positif dan negatif bagi masyarakat sekitar kawasan. Sektor ini berdampak sebagai lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat dan sebagai penambah pendapatan daerah. Akses terbuka kawasan pertambangan dan kemiskinan yang dialami masyarakat sekitar kawasan mempengaruhi cara mereka bertahan hidup. Kemiskinan yang dialami masyarakat membuat mereka mencari berbagai cara dalam bertahan hidup termasuk menjadi gurandil (penambang liar) yang bekerja tanpa pengamanan yang jelas. Kehadiran kawasan potensi tambang yang berstatus akses terbuka pun menjadi daya tarik masyarakat mencari lahan pekerjaan. Oleh karenanya, perlu menganalisis pengaruh akses terbuka dan kemiskinan terhadap keberlanjutan strategi nafkah penambang liar (gurandil).

PR (Pekerjaan Rumah) Kedua bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dan PT Antam untuk segera merencanakan solusi bagi kesejahteraan warga sekitar. Jika penertiban yang telah dilakukan tidak menyentuh kepada penyelesaian terkait mata pencaharian warga, maka tidak menutup kemungkinan Peti akan kembali tumbuh dan menjalar, karena hal tersebut sudah menjadi tekad kuat dalam bagian dari rantai strategi nafkah, kemiskinan, pertambangan dan peluang yaitu akses terbuka.

(Juhri S/Jajang R)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *