Muspika Junrejo Gelar Sarasehan Penguatan Nilai Kebhinekaan

Muspika Junrejo Gelar Sarasehan Penguatan Nilai Kebhinekaan

Camat Junrejo M. Adhim AP. (batik) dan Ketua PC GP Anshar Kota Batu, M. Jaffar.

Batu, NewsMetropol – Peduli Kondisi Bangsa Indonesia, Muspika Kecamatan Junrejo menggagas kegiatan penguatan nilai-nilai kebhinekaan dalam persatuan, bertempat di Pendopo Kecamatan Junrejo, Kamis (7/6).

Hadir sebagai narasumber Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto, S.I.K, M.S.I, yang didalam materinya mengajak para hadirin menjaga persatuan dan kesatuan, menghargai perbedaaan agama, suku dan budaya.

Sekaligus, menghargai perbedaan pilihan, terlebih adanya tahun politik, karenanya Kapolres mengubah kata tersebut menjadi “Tahun Pesta Rakyat Demokrasi”, dengan harapan kata tersebut menjadikan situasi lebih aman, nyaman dan kondusif.

Hadir pula sejumlah 460 orang terdiri dari Ketua Ormas se-Kota Batu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, PKK, Ketua Ponpes, Linmas, Kades, RT, RW, dan Panwascam Junrejo.

Camat Junrejo M. Adhim AP., memaparkan, bahwa terselenggara acara ini atas dasar prihatin dengan kondisi negara yang sedang dicoba secara internal, dengan adanya kejadian terorisme, berita hoax dan adanya kelompok tertentu yang mengajarkan radikalisme.

Karenanya di Kecamatan Junrejo sendiri, pihaknya akan berupaya untuk membentengi diri dari paham semacam itu, dengan menggandeng semua unsur, mulai dari pengurus pondok pesantren, Ormas, Tomas, dll.

Dengan tujuan, usai pemaparan dan pencerahan bisa menguatkan nilai-nilai kebhinekaan akan semakin tumbuh upaya saling menghargai, menghormati antar umat beragama, minimal bagi anggotanya masing-masing.

“Selain itu pula, dihimbau agar masyarakat lebih peduli dengan kondisi sekitarnya, tengok kanan, kiri, depan, belakang. Kalau ada orang yang datang, koordinasikan dengan perangkat setempat, atau pihak Kepolisian, apabila terindikasi ada hal mencurigakan,” jelas Adhim.

Sementara itu, Ketua PC GP Anshar Kota Batu, M. Jaffar mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, hal Ini adalah kegiatan yang bisa menjadi percontohan bagi kecamatan lainnya.

Jaffar berharap ini menjadi momentum untuk refleksi kembali pentingnya kebhinekaan, toleransi antar umat beragama.

“Jadi selain kegiatan spiritual keagamaan nilai plusnya adalah tentang kebangsaan,” katanya.

Untuk mewujudkan nilai kebangsaan dalam organisasi Anshar, Jaffar menyebut telah melakukan komunikasi dengan pemuda antar agama, tanpa melihat suku dan budaya.

“Prinsipnya adalah kita anak bangsa Indonesia,” tegasnya.

Masih menurut Jaffar, yang menjadi persoalan sekarang ini adalah radikalisme yang merongrong Pancasila, sehingga dapat membahayakan persatuan kesatuan dan kebhinekaan.

“Salah satu antisipasi, Kami PC GP Anshar Kota Batu mengadakan  workshop deradikalisasi, memonitor titik rawan gerakan radikalisme, sebagai warga negara yang baik kita membantu negara,” tuturnya.

Ketua Bantuan Sosial Komunikasi  masyarakat (Baskomas) yang biasa disebut Cak Doel juga angkat bicara. Dikatakannya, dari sudut pandangnya rasa kebersamaan, kepedulian masyarakat mulai menurun, maka kegiatan semacam Ini perlu terus dikembangkan dan ada pendampingan didalamnya.

(Yud/Rin)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *