Negara Tidak Dukung APRI, Dunia Yang Akan Mendukung

Negara Tidak Dukung APRI, Dunia Yang Akan Mendukung

Ketua Umum APRI, Ir. Gatot Sugiharto saat berdiskusi dengan Executive Director Artisanal Gold Council, Dr. Kevin Telmer, PhD.,

Jakarta, Metropol – Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) mendapatkan kunjungan oleh salah satu peneliti tambang rakyat dunia dari Canada, Executive Director Artisanal Gold Council, Dr. Kevin Telmer, PhD., di Jakarta, Kamis (13/10).

Dalam kunjungan Kevin mengungkapkan, sangat respon terhadap perjuangan APRI untuk memperjuangkan hak rakyat sebagai profesi mata pencaharian yaitu penambang rakyat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Jika negara ini tidak mendukung APRI. Maka biar dunia yang akan mendukung,” tegasnya.

Kevin merasa heran kepada Pemerintah Indonesia, kenapa tidak melibatkan rakyatnya untuk berperan dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam di negerinya sendiri. Sementara, lanjutnya, rakyat Indonesia sangat antusias terhadap pertambangan dan potensi negara Indonesia yang kaya akan sumber daya alamnya.

Tambahnya menceritakan, selama 25 tahun meneliti tambang rakyat, bahwa negara-negara maju seperti Amerika dan Canada seratus tahun silam dipenuhi oleh para penambang rakyat yang berasal dari para imigran. Kemudian mereka membuat suatu kelompok dan dibina oleh negaranya, sehingga menjadi penambang yang profesional dan menjadi perusahaan tambang besar, salah satunya Newmont dan Freeport yang berasal akar dari berkembangnya penambang rakyat.

“Cukup berpotensi negari ini. Memiliki kekayaan alam melimpah dan rakyat yang antusias terhadap menambang. Tidak terbayangkan jika negara ini mendukung,” katanya.

Ditempat yang sama Ketua Umum APRI, Ir. Gatot Sugiharto  mengatakan, semoga pemerintah segera sadar bahwa negara maju adalah negara yang menguasai teknologi, sementara teknologi itu sendiri bahan-bahanya dari mineral.

“Seperti handphone, computer, transportasi bahkan persenjataan. Itu semua dari mineral,” katanya.

Sementara saat Kongres APRI II dan Konferensi Internasional Pertambangan Rakyat Indonesia yang akan digelar awal November 2016 nanti. Menentukan hadirnya Presiden Joko Widodo akan menentukan juga nasib para penambang rakyat dan menentukan juga keberpihakan pemerintah kepada rakyatnya. Ironis jika negara tidak mendukung, sementara dunia mendukung.

(Kamal/YP)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *