Pangdam Jaya : Kompleks Siliwangi Berubah Fungsi Jadi Sarang Maksiat

Pangdam Jaya : Kompleks Siliwangi Berubah Fungsi Jadi Sarang Maksiat

Jakarta, Metropol –┬áPanglima Kodam Jaya Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo mengatakan, para penghuni Kompleks Batalyon Siliwangi di Cililitan, Jakarta Timur, menyalahgunakan kompleks tersebut untuk melakukan aktivitas melawan hukum. Ia mengatakan, banyak penghuninya yang berjudi dan berpesta minuman keras.

“Tenyata, tempat itu tiada hari tanpa judi dan miras. Berarti sudah berubah fungsi kompleks TNI jadi sarang maksiat karena penghuni sudah tidak tertib,” ujar Agus di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (8/1/2015).

Bahkan kompleks tersebut dijadikan salah satu tempat transaksi narkoba. Oleh karena itu, lanjut dia, tanggal 19 Desember 2014, Kodam Jaya bersama Polda Metro dan Polres Jakarta Timur melakukan penyisiran di kompleks tersebut. “Ternyata, ada orang nyabu, judi, dan mabuk. Dijaring sembilan orang,” kata Agus.

Dalam tangkap tangan tersebut, turut disita 15 paket putau, 1 paket sabu, ganja, dan sejumlah minuman keras oplosan. Agus mengatakan, sembilan orang tersebut langsung diamankan di Polres Jakarta Timur.

Agus mengatakan, mayoritas penghuni Kompleks Batalyon Siliwangi merupakan masyarakat sipil, sehingga fungsi kompleks TNI itu pun teralihkan. Selain dijadikan tempat berjudi dan narkoba, beberapa rumah di kompleks itu dikontrakkan.

“Orang sipil merasa nempatin di situ. Disekat-sekat lagi. Dikontrakkan. Kita kalau masuk ke sana jalan saja susah,” ujar dia.

Sebelumnya, warga berkumpul di jalan masuk permukiman yang berbatasan dengan Jalan Dewi Sartika untuk memprotes penertiban. Kuasa hukum warga, Martin Walewangko, mengatakan, pengakuan hak milik lahan tersebut dilakukan sepihak oleh pihak Kodam Jaya.

“Warga sudah menempati lahan ini dari tahun 1948. Ada 1.500 warga di sini. Pak Jokowi pun saat menjadi Gubernur berjanji akan membuatkan sertifikat warga di sini. Tetapi, ini kok malahan digusur,” kata Martin. Padahal, lanjutnya, lahan itu ditempati oleh para anak cucu pejuang.

“Tanah ini tanah garapan. Apalagi di dalamnya 33 titik kompleks Angkatan Darat di wilayah teritorial Kodam Jaya. Lahan kami ini tidak termasuk,” katanya. (Heroe/Niko)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *