PDAM Tirta Kahuripan Adakan Kegiatan Sharing Session III-7 Tahun 2018

PDAM Tirta Kahuripan Adakan Kegiatan Sharing Session III-7 Tahun 2018

Direktur Utama, Drs. H. Hasanudin Tahir, MM., saat sambutan, Senin (12/11).

Bogor, NewsMetropol – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor terus melakukan inovasi dalam melayani kebutuhan air bagi warga di Kabupaten Bogor.

Saat ini dari 40 kecamatan, sudah 25 kecamatan yang sudah terlayani kebutuhan air bersih oleh PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor baru sebesar 30, 58 persen dari jumlah penduduk Kabupaten Bogor.

Sebagai perusahaan yang memiliki visi; “Terwujudnya Pelayanan Yang Mandiri, Handal dan Terpercaya”, PDAM Tirta Kahuripan saat ini memiliki 157.137 pelanggan sambungan langganan (SL).

Hal ini disampaikan oleh Direksi PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor yang diwakili oleh Drs. H. Hasanudin Tahir, MM., selaku Direktur Utama di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bumi Tegar beriman itu dalam acara Sharing Session III-7 Tahun 2018 yang mengangkat tema; “Water Sensitif Cities”, Senin (12/11).

Hasanudin menjelaskan, bahwa sumber air baku yang dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Kahuripan terdiri dari kapasitas produksi sebesar 728 l/d yang berasal dari 11 mata air, 22 l/d berasal dari sumur bor, dan 1.410 l/d berasal dari Water Treatment Plant (WTP).

“Dari total sumber air dan kapasitas produksi kondisi saat ini sebesar 4.220 l/d yang terdiri kapasitas produksi terpasang sebesar 2.110 l/d, kapasitas produksi termanfaatkan sebesar 1.705 l/d, dan sisa kapasitas sebesar 405 l/d,” jelasnya.

Saat ini PDAM Tirta Kahuripan berusaha untuk mendukung kebijakan Pemkab Bogor untuk mewujudkan kota ramah air yang membutuhkan konsep dan inovasi akan ketahanan ketersediaan air dimasa mendatang.

Sebagai salah satu parameter, Kota Ramah Air tersebut adalah kota tidak kebanjiran saat musim hujan dan tidak mengalami kekeringan di musim kemarau. Dimana secara umum fenomena tersebut sudah dan masih terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

Diwaktu yang bersamaan Direktur Umum PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Hj. Efie Pancawati, SH., juga menjelaskan, bahwa secara pengertian Water Sensitive Cities atau bisa disebut juga sebagai Kota Ramah Air adalah suatu konsep perkotaan dimasa mendatang.

“Dimana tidak hanya memenuhi kebutuhan air perkotaan, tetapi bagaimana sumber daya air dapat memberi manfaat untuk meningkatkan kenyamanan tinggal di kota yang memiliki daya tahan terhadap air. Salah satu bentuk dukungan PDAM Tirta Kahuripan terhadap kebijakan Pemkab Bogor,” jelas Ibu yang selalu bersahaja dengan awak media massa.

PDAM menggelar Sharing Session III-7 dengan pihak yang dilibatkan meliputi, pemerintah daerah, akademisi, pebisnis/industri, komunitas, masyarakat dan media massa.

Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Kabupaten Bogor lebih meningkatkan pemahaman akan kota ramah sebagai salah satu konsep yang dapat diterapkan di Kabupaten Bogor sehingga dapat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas fungsi ekologi, sosial budaya dan estetika pada ruang terbuka hijau serta ruang terbuka biru, yang dalam dampak jangka panjang dapat mengatasi terjadinya krisis ketersediaan air baku/ bersih bagi masyarakat luas.

Pada Sharring session kali ini PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor turut mengundang beberapa Instansi atau Lembaga Pemerintah, sejumlah Perusahaan Swasta, dan sejumlah partisipan.

Kegiatan juga diisi oleh beberapa narasumber diantaranya Eka Bhinekas, ST., selaku Direktur Operasional PDAM Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor, Prof. Diego Ramirez, Prof. Hadi Susilo Arifin, dan Dr. Jane Holden yang berasal dari Urban Water Research Cluster The Australia Indonesia Centre (AIC), dan dari Bappedalitbang Kabupaten Bogor Dr. Ir. Hj. Syarifah Sofiah, M.Si.

Selain menjadikan Kabupaten Bogor sebagai kota ramah air, gagasan tersebut merupakan bentuk dari kerja nyata PDAM Tirta Kahuripan, dalam pemenuhan akses akan air bersih seperti yang termaktub dalam rencana pembangunan jangka panjang nasional (RPJPN) yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat tahun 2005 hingga 2025.

Bahwa target akses aman air minum tahun 2019 adalah 100 persen yang juga dijabarkan salam RPJMN 2015 – 2019 bahwa akses aman air minum pada tahun 2019 sebanyak 100 persen.

(Wido)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *