Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Bakomubin Periode 2017-2022

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Bakomubin Periode 2017-2022

Ketua Umum PP Bakomubin, Ali Mukhtar Ngabalin membacakan surat keputusan pengurus PP Bakomubin masa bakti 2017-2022, yang digelar di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta.

Jakarta, Metropol – Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Pusat Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (PP Bakomubin) periode 2017-2022, yang digelar di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/3) malam, dengan tema “20 tahun Bakomubin dan Kebangkitan Mubaligh Indonesia dan Kuat”.

Ketua Umum PP Bakomubin Ali Mukhtar Ngabalin menyampaikan bahwa, menjadi pengurus Bakumobin tidaklah mudah kalau tidak ikhlas, “Oleh karena itu, ia mengajak semua kadernya bekerja dengan niatnya untuk ibadah,” kata Ali dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan pengukuhan Pengurus Pusar Bakomubin periode 2017-2022, Jumat (10/3) malam

Selain itu, kepada Metropol, Ali menjelaskan terkait soal program mubaligh bela negara. Hal tersebut sudah disampaikan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemananan (Menko Polhukam) Wiranto, dalam pertemuannya beberapa hari lalu.

Dalam pertemuan dengan Menko Polhukam tersebut, Ali membicarakan terkait program kerja Bela Negara. Kata dia, ada dua hal, pertama, semangat nasionalisme dikalangan masyarakat sudah mulai menurun, sehingga pembekalan bela negara mutlak lebih diintensifkan. Kemudian yang kedua, pembekalan Bela Negara untuk mubaligh itu sangatlah penting, karena mubaligh diperlukan dalam rangka tugas tugas keumatan dimana ia berada

“Program kerja Bakomubin mubalig bela negara salah satunya yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Karena mubaligh harus berperan aktif untuk menyebarkan rasa nasionalisme dengan memberikan pencerahan kepada umat untuk cinta kepada bangsa dan negara,” kata Ali kepada Metropol, Sabtu (11/3).

Selanjutnya, Ketua Umum PP Bakomubin Ali Mukhtar Ngabalin juga mengatakan bahwa, kedepannya organisasi yang dipimpinnya akan ada pelatihan Mubaligh Teritorial. Ia akan bekerjasama dengan TNI.

“Melalui pelatihan, nantinya kami akan menyiapkan mubaligh mubaligh untuk bisa diterjunkan diwilayah perbatasan. Wilayah teritorial pertahanan, sekaligus mereka menjadi mubaligh suku terasing. Hal ini kami sudah bicarakan dengan Bapak Panglima TNI,” kata Ali.

Lanjut Ali menjelaskan, terkait pertemuannya dengan Kapori Jenderal Tito Karnavian, beberapa hari lalu. Ia mengatakan bahwa, dari pertemuan tersebut, Kapolri telah sepakat program kerja Bakomubin terkait pembentukan Mubaligh Kamtibmas seluruh Indonesia. Ia juga mengatakan, dalam waktu dekat Mabes Polri akan mengirim surat kepada seluruh Kapolda untuk melaksanakan kerjasama dengan Bakomubin dalam rangka pelatihan atau training Mubaligh Kamtibmas.

“Pertemuan kami dengan Pak Kapolri, Alhamdulillah selain Beliau bersedia menjadi pembina juga disepakati program kerja Bakomubin Mubaligh Kamtibmas. Kerjasama dengan Bakomubin untuk training mubaligh Kamtibmas dan Mubaligh Kamtibmas nantinya akan ada diseluruh pelosok tanah air,” tambah Ali kepada Metropol.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr Nusaruddin Umar dalam sambutannya mengatakan, rencana Kementerian Agama membuat sertifikasi mubaligh adalah tidak tepat karena akan berpengaruh terhadap ruang gerak mubaligh.

“Program sertifikasi khatib khotbah Jumat hanya akan membatasi ruang gerak mubaligh, dimana saat ini kehidupan ummat sangat sensitif sehingga rencana tersebut bisa berakibat salah penafsiran,” kata Prof Umar dalam sambutannya pada acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Pusat Bakomubin masa bakti 2017-2022.

Turut hadir dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Bakomubin tersebut, Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof Dr Nasaruddin Umar, para pengurus PP Bakomubin Majelis Syuro dan para undangan lainnya.

(Imr)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *