Perda Parkir 2010 Kota Batu Akan di Revisi

Perda Parkir 2010 Kota Batu Akan di Revisi

Kepala Dishub Kota Batu, Drs. Susetya Herawan, MSi.

Batu, Metropol – Lemahnya Perda Parkir 2010 yang tidak mengatur tentang juru parkir serta bagi hasil yang jelas, mengakibatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari hasil parkir wilayah Kota Batu hanya mencapai 50 persen dari 992 juta di tahun 2017.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dishub Kota Batu, Drs. Susetya Herawan, MSi.,  saat ditemui Metropol di kantornya, Rabu (13/12).

Karenanya, dia menyebut perlu adanya revisi Perda Parkir. Jika revisi disetujui, kata Herawan, Perda yang baru akan menyebutkan hak dan kewajiban Juru Parkir (Jukir), serta komposisi bagi hasil pendapatan.

“Apakah itu 80 persen untuk Jukir, 20 persen Pemerintah atau 70 persen Jukir dan 30 persen Pemerintah,” jelasnya.

“Status mereka juga akan dilegalkan dengan diberi SK, Jadi jelas  tempat parkir, koordinator dan anggotanya,” lanjutnya.

Menurut Herawan, saat ini tim dari Dishub Kota Batu sudah turun untuk mengisi quisioner dengan mengambil responden.

Ada sekitar 100 responden yang dimintai keterangan terkait revisi Perda Parkir ini, mereka adalah stackeholder, juru parkir dari semua penjuru Kota Batu.

“Harapan kami, DPRD sebagai wakil rakyat juga turut mengisi quisioner rencana revisi parkir 2018,” katanya.

Selanjutnya, kata Herawan, pembahasan akan dilakukan pada tri wulan pertama, sehingga sosialisasi dan pelaksanaannya bisa segera diterapkan. Dengan begitu kontrol bisa dilakukan terhadap Jukir dan juga pendapatan daerah.

“Target 2018 dengan pendapatan parkir sejumlah 2 M. Insyaallah akan terpenuhi,” katanya.

“Secara teknis, nantinya parkir bisa dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Baik itu juru parkir sendiri atau orang lain dengan menggunakan juru parkir yang sudah ada,” tambah Herawan.

(Yud/Rin)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *