Permohonan Eksekusi PT Bumi Indira Wisesa Dikabulkan PN Jakarta Timur

Permohonan Eksekusi PT Bumi Indira Wisesa Dikabulkan PN Jakarta Timur

Barang yang akan dilelangkan.

Jakarta, Metropol – Permohonan eksekusi PT Bumi Indira Wisesa atas beberapa tanah dan bangunan dikabulkan Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

PT Bumi Indira Wisesa berkantor di Menara Rajawali Lantai 7, Jalan Mega Kuningan Lot S.1, Kawasan Mega Kuningan Jakarta Selatan diwakili Direktur Utama Ir. Henky Soesanto dan para advokat serta kuasa hukum H. Rakhmat Santoso, SH., dan Joko Suwignyo, SH.

Menurut Henky, diterimanya permohonan eksekusi berdasarkan putusan sidang perdata dengan No.09/2016 Eks Jo. No 400/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Tim. atas pengosongan tanah seluas 5.530 m2 sesuai surat BPN Provinsi DKI Jakarta, tertanggal 21 Januari 2011, No. 152/6.31 200/1/2011, perihal hasil pengukuran bidang tanah yang terletak di Jalan Komarudin (sisi tol timur) RT.01, RW.05, Kelurahan Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur atas nama PT. Bumi Indira Wisesa.

“Tidak hanya tanah, namun bangunan Stasiun Pengisisan Bulk Elpiji (SPBE) berserta alat mesin seluruh fasilitas dan seluruh isinya juga di eksekusi,” katanya kepada Metropol, Sabtu (16/12).

Rakhmat Santoso juga menjelaskan, bahwa dalam putusan ada pelaksanaan eksekusi harus meminta bantuan kepada Ketua PN Jakarta Utara karena salah satu permohonan eksekusi pemohon yang diajukan adalah untuk pelelangan  objek eksekusinya berada di wilayah hukum PN Jakarta Utara.

“Memperhatikan pasal 195 (1) Jo. Pasal 200 HIR, serta peraturan-peraturan lain yang bersangkutan,” jelasnya.

Rahmat mengatakan, Ketua PN Jakarta Utara juga telah memerintahkan Panitera untuk melakukan pelelangan (penjualan dimuka umum) terhadap; 1 (satu) bidang tanah dan bangunan permanen berlantai 2 (dua), lantai ubin keramik terletak dan dikenal umum di Jalan Janur Blok lV, QE 9/11 RT.010, RW.006, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, seluas 220 m2 sebagaimana dalam SHGB No.2772.

Adapun data eksekusi pelelangan, terhadap bangunan kantor, bangunan SPBE yang terbuat dari dinding tembok, atap seng, lantai keramik, dan isi dari SPBE, yaitu: timbangan pengisian LPG merk eluxer kapasitas 15 kg dengan No. Seri masing-masing; KD 092862, KD 113306, KD 113303, KD 113304, KD 113299, KD 113301, KD 113308, KD 113305, KD 092958, KD 0928857, KD 092861, KD 092859, KD 113307, KD 113300, KD 92860, KD 113302, KD 092862, KD 092863, KD 092864, Timbangan Elektrik CHO Fulgid No. Seri 2010100615 kapasitas 60 kg yang telah diletakkan sita jaminan berdasarkan penetapan Majelis Hakim PN Jakarta Timur No.400/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Tim Jo No.03/CB/2012 tanggal 25 Oktober 2012 Jo berita acara sita jaminan No.400/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Tim Jo No.03/CB/2012 tanggal 02 November 2012.

Ditetapkan juga oleh Hakim PN Jakarta Timur kepada PN Jakarta Utara bahwa hasil penjualan lelang eksekusi tersebut setelah terjual agar diserahkan kepada Panitera PN Jakarta Timur yang selanjutnya untuk disampaikan dan diserahkan kepada pemohon eksekusi atau kuasanya yang sah.

“Tentunya dengan ketentuan, apabila hasil penjualan lelang eksekusi tersebut melebihi kewajiban yang harus dibayar oleh termohon eksekusi dan setelah di tambah dengan biaya perkara, maka kelebihannya harus pula diserahkan kepada termohon eksekusi,” kata Rahmat.

(Deni M)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *