Pilgub Sulsel 2018, Akademisi: Rusdi Masse-NA Paket Paling Kuat

Pilgub Sulsel 2018, Akademisi: Rusdi Masse-NA Paket Paling Kuat

Ketua DPW Partai NasDem, Provini Sulsel yang juga Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS). Foto: Istmw.

Makassar, Metropol – Nuansa pemilihan Gubernur Sulsel semakin terasa. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya bakal kandidat gubernur yang telah bermunculan. Ada Ichsan Yasin Limpo, Burhanuddin Andi, Rivai Ras, Rusdi Masse (RMS), Nurdin Abdullah (NA), Agus Arifin Nu’mang dan Nurdin Halid.

Sejumlah bakal calon tersebut, saat ini sedang melakukan sosialisasi di tengah masyarakat, meskipun kendaraan politik masing-masing kandidat belum jelas.

Ichsan Yasin Limpo misalnya, meski belum mendapatkan kendaraan partai politik, namun dia sudah mendeklarasikan diri maju. Begitu pun juga dengan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA).

Sedangkan Nurdin Halid adalah satu satunya bakal kandidat yang terlihat siap dan menyatakan diri ingin maju melalui Partai Golkar yang telah merestuinya.

Sementara itu, Ketua DPW Partai NasDem Sulsel yang juga Bupati Sidrap H Rusdi Masse (RMS) meskipun belum menyatakan sikap untuk maju namun dorongan masyarakat arus bawah menghendaki RMS maju di Pilgub Sulsel 2018.

“Kalau Pak Rusdi maju di pilgub sebagai 01 itu sangat luar biasa sekali. Dia itu Pak Rusdi akan jadi kuda hitam yakin saja,” ujar pengamat politik Universitas Hasanuddin Dr Iqbal Sultan, kepada Metropol, di Makassar Jumat (21/4) kemarin.

Dia menyebutkan, jika RMS jadi maju, hal itu merupakan pertanda kekalahan awal bagi para bakal kandidat lain karena RMS yang sebelumnya dianggap sebagai tokoh biasa ternyata telah menjadi tokoh yang luar biasa.

Ketika Metropol menanyakan siapa tokoh yang layak dan tergolong kuat mendampingi RMS, Iqbal Sultan mengatakan, jika mau jujur RMS pasangan dengan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (NA).

“Meski itu tergolong sulit dan belum mewacana, tapi kalau itu jadi RMS-NA sangat kuat. Hanya saja persoalannya kembali pada lobi politik. Karena politik itu semua bisa terjadi,” ujar Iqbal.

Menurutnya, penyatuan pasanan RMD-NA dapat terwujud bila komunikasi politik masing-masing tim dapat terjalin dengan baik. Hal itu dikarenakan NA dan semua pendukungnya sejak awal telah minginginkan sebagai calon Gubernur atau 01 meskipun belum memiliki kendaraan politik.

Sedangkan RMS kata dia, memiliki kendaraan politik punya kekuatan finansial dan punya kekuatan basis massa di luar Sidrap dan sekitarnya.

Lalu bagaimana dengan pasangan NA dan Tanri Bali? Pasangan ini sulit menang karena tidak memiliki kekuatan untuk menarik partai politik. Kekuatan massa Tanri juga tidak kuat. Lalu bagaimana IYL dan RMS, Iqbal Sultan mengatakan, bagus juga tapi karakter kedua figur ini sama dan cenderung tidak bisa disatukan dalam pasangan pilgub.

Hal yang sama juga dikatakan pengamat sosial politik dari UIN Alauddin, Prof Dr Hamdan Juhannis.

“Kalau dari sisi geopolitik antara RMS dan NA berpasangan, itu sangat menarik memang,” ujar Prof Hamdan.

Alasan lain selain geopolitik, antara RMS dan NA memiliki prestasi besar di masing masing daerah yang mereka pimpin. RMS mampu memajukan Sidrap dan menempatkan Kabupaten Sidrap sebagai kabupaten dengan angka kemiskinan paling rendah di Sulsel sejak 2014 lalu sampai sekarang. Sedangkan NA mampu membawa perubahan secara fisik di Kabupaten Bantaeng selama dua periode.

(A.Ade/Llily)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *