Pisang Asal Sebatik Pasok Pasar Tawau

Pisang Asal Sebatik Pasok Pasar Tawau

Pisang asal Sebatik Kabupaten Nunukan yang akan dipasarkan ke Tawau Malaysia.

Nunukan, Metropol – Penjualan pisang-pisang asal Sebatik, Nunukan menuju ke Tawau, Malaysia telah berlangsung sejak dahulu.

Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya pabrik pengolahan pisang ataupun pengepul pisang yang beroperasi di Sebatik sehingga membuat warga Sebatik tidak memiliki pilihan lain selain menjualnya ke Tawau, Malaysia.

Setiap harinya, sekitar 50 hingga 60 ton pisang produksi petani Sebatik di pasarkan menuju Tawau.

Tingginya jumlah produksi pisang di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia itu dikarenakan kondisi lahan yang sangat subur dan cocok untuk berkembangnya komoditas pisang di Sebatik.

“Kalau di Sebatik memang subur, salah satu ciri khas yang ada di Sebatik adalah pisang. Dan memang tanah-tanah di sana (Sebatik, red) cocok untuk di tanam pisang,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Nunukan, Cholid Muhammad SP kepada Metropol melalui saluran selulernya, Jum’at (17/11).

Ia mengungkapkan, lahan pengembangan tanaman pisang di Sebatik merupakan yang terbesar di Kabupaten Nunukan.

“Sehingga selama ini wilayah Sebatik kerap kelebihan produksi dibandingkan dari kebutuhan sehingga mau tidak mau para petani memasarkan ke Tawau,” katanya lagi.

Namun kata dia, terkait perdagangan pisang yang masih di anggap ilegal, pihaknya sendiri belum bisa berbuat banyak.

“Kalau penjualan ke Tawau itu kan memang sudah turun temurun, sudah menjadi tradisional lah. Saya kira itu wajar juga, karena kita juga berada di daerah perbatasan,” jelas dia.

Cholid menyebutkan, jenis pisang yang banyak dikembangkan di Sebatik adalah jenis Pisang Kapok yang merupakan jenis pisang yang banyak diminati masyarakat lokal maupun luar negeri.

Menurutnya perdagangan pisang antara Sebatik-Tawau juga masih dalam skala kecil karena hanya menggunakan kapal-kapal kecil.

“Untuk beberapa jalur yang kerap digunakan, warga Sebatik lebih sering menggunakan salah satu jalur di Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah dan juga Lalo Salo di Desa Sei Pancang, Sebatik Utara,” terangnya.

“Disitu setiap hari, ada beberapa jalur yang sering di gunakan warga. Mereka menggunakan perahu-perahu kecil lalu di angkut dalam jumlah yang cukup besar,” ungkapnya.

Dia menuturkan, dipilihnya Tawau sebagai tempat pemasaran Pisang Kepok asal Sebatik memang sulit untuk dihilangkan karena jarak Tawau dan Sebatik yang relatif dekat.

Dia menbahkan meskipun biaya operasional ke Tawau tidak terlalu besar dikeluarkan oleh warga namun para petani yang ada di Sebatik kerap mengeluhkan permainan harga  oleh pengepul pisang yang ada di Tawau.

“Nah ini kita masih cari solusinya, pisang-pisang kita itu nantinya mau kita jadikan produk olahan ciri khas Sebatik. Supaya harganya juga bisa lebih meningkat lagi, jadi nanti kita akan kirim ke Surabaya dan kita jalin kerja sama dengan beberapa perusahaan yang ada di Surabaya,” tutupnya.

(Ram/Guntur)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *