Polda NTB Musnahkan Barang Bukti Senjata Rakitan dan Bahan Berbahaya

Polda NTB Musnahkan Barang Bukti Senjata Rakitan dan Bahan Berbahaya

Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si., saat memusnahkan barang bukti, Sabtu (13/1).

Bima, NewsMetropol – Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs. Firli, M.Si., memusnahkan 443 barang berbahaya termasuk senjata api rakitan di Kabupaten Bima, Sabtu (13/1).

Berdasarkan hasil penilaian dan pemeriksaan dari tim penegak hukum, barang bukti tersebut harus dimusnahkan, karena sangat membahayakan jiwa orang lain dan meresahkan masyarakat.

Dari 443 barang bukti diantaranya 20 pucuk senpi rakitan laras panjang, 10 pucuk senpi rakitan laras pendek, 2 pucuk senjata air soft gun, 1 pucuk senapan angin, 15 pucuk senjata berpeluru kelereng laras panjang dan 2 pucuk senjata kelereng laras pendek, dan 1 pucuk laras senjata.

Kemudian, 337 anak panah, 6 buah parang, 2 buah tombak, 24 buah ketapel, 9 buah panah panjang, 13 butir peluru tajam kaliber 5,56 mm dan 1 butir peluru hampa kaliber 5,56 mm.

Pemusnahan dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB yang berlangsung dihalaman Mapolres Bima dan disaksikan Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri, Dandim 1608 Bima Letkol Czi Yudil Hendro, Ketua Pengadilan Raba Bima Sutaji, SH.MH., Kepala Kejaksaan Negeri Bima Widagdo Mulyono Petrus, SH.M.Hum, Kapolres Bima AKBP Bagus Satryo Wibowo, SiK., dan Kapolres Bima Kota AKBP Ida Bagus Made Winata, SIK.

Kapolda NTB, Firli turut juga memusnahkan barang bukti berupa senjata dengan menggunakan gerinda alat potong listrik, termasuk memusnahkan beberapa knalpot rasing sepeda motor yang digilas dengan stum.

“Barang-barang berbahaya itu kerap menjadi pemicu bentrokan, bahkan  dipergunakan warga masyarakat di Kabupaten Bima ketika terjadinya pertikaian antara warga,” katanya.

Ditengah-tengah acara pemusnahan, Firli menegaskan, berdasarkan Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, masyarakat yang memiliki, menyimpan, menggunakan dan siapa saja yang membuat senjata api agar segera menyerahkan, termasuk barang berbahaya lainnya yang dilarang undang-undang agar segera diserahkan kepada polisi.

“Alhamdulillah, karena kesadaran masyarakat, hari ini kami sudah banyak mendapatkan senjata api yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat di Kabupaten Bima,” ungkapnya.

Firli juga menyebut, bahwa khusus di Kabupaten Bima kesadaran masyarakatnya sudah cukup tinggi dalam menyerahkan senjata untuk dilakukan pemusnahan.

“Pemusnahan ini dalam rangka memberikan rasa aman, nyaman, tentram kepada masyarakat. Salah satunya pada saat menjelang pilkada serentak 27 Juni 2018 di Kabupaten Bima nanti,” jelasnya.

(Rahmat)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *