PT Global Media Neusantara Produksi Rumah Tahan Gempa

PT Global Media Neusantara Produksi Rumah Tahan Gempa

Direktur Pemasaran PT Global Media Neusantara (GMN), Drs. H. Agus Salim, M.Si.

Jakarta, NewsMetropol – Bencana alam terus menerpa wilayah Indonesia akhir-akhir ini menyebabkan kegalauan yang amat sangat bagi masyarakat.

Rasa galau dan khawatir itu merupakan respon alamiah nan wajar mengingat secara geografis letak Indonesia berada pada daerah rawan bencana (ring of fire).

Namun menurut Direktur Pemasaran PT Global Media Neusantara (GMN), Agus Salim bangsa Indonesia tidak harus terlalu larut dalam kehawatiran tersebut.

2

Ilustrasi desain rumah anti gempa yang menggunakan teknologi CLT (Cross Laminated Timber) dengan bahan dasar kayu jabon. (PT. GMN).

“Kita harus bangkit dan mencari solusi sehingga kita bebas dari dampak negatif suatu bencana,” ujar Agus Salim kepada NewsMetropol, di Jakarta, Jum’at (9/11).

Lanjut Agus, saat ini pihaknya telah berhasil mengadopsi teknologi pembuatan rumah tahan gempa hingga pada kekuatan 12 SR.

“Teknologi itu kita adopsi dari Jepang yang mana Jepang juga merupakan negara yang memiliki intesintas bencana yang sangat tinggi,” ujar Agus lagi.

Agus menyakini dengan penerapan teknologi tersebut, menyebabkan rumah priloduksinya tahan terhadap guncangan keras karena struktur rumah yang tidak retak dan pecah.

“Itulah salah satu kelebihan rumah yang kami tawarkan, rumah itu strukturnya kokoh, tidak mudah patah ataupun pecah,” jelasnya.

Agus Salim menuturkan rumah tahan gempa tersebut menggunakan teknologi CLT (Cross Laminated Timber) dengan bahan dasar kayu jabon.

3

Ilustrasi Ddesain rumah tahan gempa yang menggunakan teknologi CLT (Cross Laminated Timber) dengan bahan dasar kayu jabon. (PT. GMN).

“Itulah kenapa sehingga bisa tahan banting, karena kayu yang dijadikan bahan dasarnya adalah kayu jabon yang berdasarkan hasil uji laboratorium memiliki elastisitas yang sangat baik dibanding kayu lain,” terangnya.

Agus juga menuturkan rumah dengan teknologi LCT dapat dibongkar pasang (knockdown) dalam waktu yang relatif cepat.

“Membangun satu unit rumah tipe 36 hanya butuh waktu 20 jam, sedangkan membongkarnya lebih cepat lagi,” jelasnya.

Dia juga menyebutkan kelebihan rumah yang diproduksinya adalah tahan terhadap kebakaran karena adanya lapisan cat yang menyebabkan kayu tersebut tidak mudah terbakar.

“Butuh waktu berjam-jam untuk membuat lapisan catnya terbakar, sedangkan waktu tanggap pemadam kebakaran di Indonesia sangat cepat yakni tidak sampai satu jam,” bebernya.

Agus menambahkan, selain tahan gempa dan kebakaran, rumah produksi PT GMN juga bernilai ekonomis.

“Biaya pembangunan setiap meternya hanya satu juta enam ratus enam puluh enam ribu rupiah,” jelasnya.

Agus berharap rumah anti gempa produksinya menjadi solusi bagi pemerintah dalam menyiapkan hunian yang aman dan nyaman.

(M. Daksan)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *