PT. KAI Ikut Ambil Peran Dalam P4GN

PT. KAI Ikut Ambil Peran Dalam P4GN

Jakarta, Metropol – Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman terkait upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dengan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI). Penandatanganan dilakukan di Gedung Jakarta Railway Center, Ruang Aula Lantai Dasar, Jl. Ir. Juanda IB, Jakarta Pusat, Rabu (3/8) kemarin.

Di Indonesia, kereta api merupakan moda transportasi antar kota unggulan masyarakat. Efisiensi waktu dan harga yang terjangkau menjadikan kereta api sebagai primadona angkutan umum bagi para pelancong dan pemudik kota-kota besar di pulau Jawa dan Sumatera. Tak jarang, di momen-momen tertentu penumpang membludak dan memadati lantai stasiun-stasiun besar di Indonesia.

Melihat hal tersebut, BNN menilai PT. KAI, sebagai Badan Usaha Milik Negara, yang strategis untuk dijadikan partner sinergitas dalam mengoptimalkan program-program penanganan permasalahan narkotika di Indonesia. Fasilitas stasiun kereta api yang kerap menjadi pusat keramaian sangat strategis digunakan sebagai sarana informasi publik, namun, sekaligus rawan terjadinya tindak kejahatan Narkotika.

Ini merupakan kesempatan yang besar bagi BNN dan PT KAI untuk melakukan kerjasama sebagai bentuk upaya bersama dalam Pencegah dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Indonesia. Kerjasama disepakati melalui penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan langsung oleh Kepala BNN, Budi Waseso dan Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro. Dalam Nota Kesepahaman tersebut, BNN dan PT KAI sepakat untuk bersama-sama bersinergi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba dan Pemberantasan peredaran gelap Narkoba khususnya di lingkungan PT KAI.

Ruang lingkup kerjasama yang disepakati meliputi beberapa aspek, salah satunya adalah sinergitas informasi bahaya Narkoba melalui aktfitas diseminasi dan informasi bahaya narkoba dengan memanfaatkan sarana dan prasarana informasi publik yang dimiliki PT KAI. Upaya ini dirasa sangat perlu, mengingat informasi bahaya penyalahgunaan Narkoba harus terus dilakukan secara masif dan intensif.

Intensifikasi dan ekstensifikasi kampanye publik bahaya penyalahgunaan narkotika diharapkan dapat mempengaruhi dan membentuk paradigma, sikap yang positif, semangat hidup yang produktif, sehingga masyarakat tidak pernah berfikir atau berniat untuk menggunakan narkotika sedikitpun dalam bentuk apapun.

Hal lain yang disepakati kedua pihak adalah peningkatan peran serta PT KAI sebagai penggiat anti Narkoba, melakukan tes uji narkotika di lingkungan PT KAI. Meningkatkan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia di bidang P4GN dengan melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Dalam aspek pemberantasan pun kedua pihak sepakat untuk melakukan kerjasama, diantaranya adalah pengawasan terhadap lalu lintas orang dan barang yang dicurigai menggunakan sarana dan prasarana perkeretaapian sebagai modus kejahatan Narkotika, melakukan aktifitas penyelidikan dan atau penyidikan terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika yang terjadi di lingkungan PT KAI, dan pelaksanaan operasi terpadu pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika di lingkungan PT. KAI.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan bukti nyata komitmen PT KAI dalam mendukung upaya P4GN serta menyikapi situasi Indonesia darurat Narkoba. BNN menyambut niat baik PT KAI untuk menjalin kebersamaan dan kesinergian dalam menghadapi ancaman laten Narkotika.

Diharap kerja sama yang terjalin antara BNN dengan PT KAI tak hanya berakhir pada tahap seremonial penandatanganan, namun dapat diaktualisasikan dan dikembangkan dalam aksi nyata penanganan narkoba, baik dibidang pencegahan penyalahgunaan maupun pemberantasan kejahatan narkotika di Indonesia.

(Deni/Humas BNN)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *