Rekonstruksi Kasus Perkosaan Anak Dibawah Umur di Kebun Singkong

Rekonstruksi Kasus Perkosaan Anak Dibawah Umur di Kebun Singkong

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH SIK MH MM saat turun langsung memimpin rekonstruksi kasus pemerkosaan anak dibawah umur, di Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang, Rabu (2/1).

Lumajang, NewsMetropol – Polres Lumajang menggelar rekonstruksi kasus pemerkosaan anak dibawah umur, di Desa Pandan Arum, Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang, Rabu (2/1).

Kasus pemerkosaan anak dibawah umur tersebut dengan korban berinisial BS sempat menghebohkan warga Lumajang, beberapa hari yang lalu.

Empat orang pemuda pelaku pemerkosaan itu masing-masing bernama Ubaidilah alias Obet, remaja berusia 18 tahun asal Desa Pandanwangi Kec Tempeh, Lumajang; Muhammad Nurullah (23) warga Desa Pandanarum Kec Tempeh, Muhammad Rozi (23) warga Desa Pandanarum Kec Tempeh; dan Abdul Qodir Jaelani (24) warga Desa Pandanarum Kec Tempeh.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban, SH SIK MH MM yang turun langsung serta memimpin rekonstruksi menyatakan, pihaknya akan memberikan hukuman yang adil atas perbuatan tersangka. “Meskipun keluarga terus meminta serta mendorong kami agar memberikan hukuman yang berat, tetapi saya menghimbau agar menyerahkan semua urusan pada kami. Kami akan bertindak profesional, tanpa memandang bulu dalam kasus ini,” tegas Arsal, Rabu (2/1).

Kapolres menerangkan, kejadian yang memilukan ini sendiri terjadi pada tanggal 2 Desember 2018 di Area Kebun Pepaya di Jalan Lintas Selatan Ds. Pandanarum Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang. “Kejadian tersebut dilatarbelakangi pesta miras yang sebelumnya dilakukan oleh ke empat tersangka, korban, serta pacar korban yang bernama Burhanuddin alias Udin,’ jelasnya.

Ditengah pesta, kata Kapolres, tersangka yang melihat Burhanuddin mulai tidak sadarkan diri, membawa korban menjauh tempat tersebut dan menuju ke kebun pepaya. “Namun karena ditempat tersebut dinilai kurang aman, akhirnya kebejatan keempat tersangka pun dilakukan di kebun singkong,” katanya.

Kapolres menambahkan, seringnya terjadi tindak pemerkosaan terhadap perempuan maupun anak dibawah umur, membuat orang tua maupun keluarga harus berhati hati atas pergaulan salah satu anggota keluarganya. “Jangan sampai kejadian memilukan seperti ini terjadi lagi di wilayah Lumajang,” pungksnya.

Untuk diketahui, para pelaku dikenakan Pasal 81 UURI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 Tahun.

(IP)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *